Kutai Barat, Sekala.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Job Fair Kubar Tahun 2026.
Rapat ini menjadi langkah awal dalam mematangkan penyelenggaraan bursa kerja yang dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Agustus 2026, dan dilaksanakan di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (7/7/2026).
Mewakili Bupati Kutai Barat, Asisten I Setkab Nopandel membuka sekaligus meresmikan rapat koordinasi tersebut.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, ia menegaskan bahwa Job Fair bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha secara langsung.
Ia mengatakan, tantangan ketenagakerjaan di Kubar masih cukup besar. Selain keterbatasan informasi mengenai lowongan pekerjaan, masih terdapat kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab belum optimalnya penempatan tenaga kerja di daerah.
“Job Fair menjadi salah satu instrumen strategis untuk mempertemukan secara langsung perusahaan dengan para pencari kerja, sehingga proses rekrutmen dapat berlangsung lebih efektif, terbuka, dan efisien,” ucap Asisten I, saat membacakan sambutan Bupati.
Untuk itu, ia meminta Disnakertrans bersama panitia mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan secara matang. Mulai dari mekanisme pendaftaran peserta, penyusunan alur kegiatan, fasilitas walk-in interview, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung harus dipastikan berjalan sesuai rencana.
“Pastikan seluruh tahapan telah disusun secara sistematis sehingga pelaksanaan kegiatan nanti berjalan tertib, aman, dan lancar,” ujarnya.

Selain kesiapan teknis, Nopandel juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Menurutnya, seluruh perangkat daerah dan instansi terkait harus bersinergi mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat menghambat jalannya kegiatan, seperti kepadatan pengunjung, gangguan jaringan internet, pengaturan lalu lintas, keamanan, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengajak perusahaan dan badan usaha yang beroperasi di Kubar untuk berpartisipasi aktif dalam Job Fair 2026. Kehadiran dunia usaha dinilai menjadi faktor utama keberhasilan kegiatan karena akan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal.
Nopandel berharap perusahaan dari sektor pertambangan, perkebunan, perdagangan, keuangan, perhotelan, penyediaan akomodasi, makanan dan minuman, serta sektor jasa lainnya dapat membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi putra-putri daerah.
“Keberhasilan Job Fair ini bukan hanya dilihat dari banyaknya perusahaan yang ikut serta, tetapi juga dari seberapa banyak masyarakat yang berhasil memperoleh pekerjaan. Itulah tujuan utama yang ingin kita capai bersama,” bebernya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pembangunan Kubar. Seiring berkembangnya investasi di berbagai sektor, pemerintah ingin memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi dan daya saing sehingga mampu mengisi kebutuhan dunia usaha.
Menutup sambutannya, Nopandel mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam menyukseskan Job Fair Kubar 2026.
“Semoga melalui kegiatan ini kita dapat menekan angka pengangguran, membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja yang berkualitas, serta mendukung terwujudnya Kutai Barat yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Btr/ADV/Diskominfo Kubar)