Samarinda, Sekala.id – Perbaikan jalan lingkungan dan gang masih menjadi kebutuhan paling mendesak yang disampaikan warga Kota Samarinda kepada anggota DPRD saat masa reses Persidangan II Tahun 2026. Aspirasi tersebut muncul hampir di seluruh daerah pemilihan (dapil), menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Temuan itu mengemuka dalam rapat internal DPRD Kota Samarinda yang membahas laporan hasil reses seluruh anggota dewan. Beragam usulan masyarakat dihimpun sebagai bahan penyusunan prioritas pembangunan dan penganggaran bersama Pemerintah Kota Samarinda untuk tahun anggaran berikutnya.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan menuturkan, semua legislator Basuki Rahmat telah menyampaikan hasil penyerapan aspirasi dari wilayah pemilihannya masing-masing.
“Seluruh anggota dewan membahas hasil reses dan aspirasi masyarakat dari masing-masing dapil dalam rapat internal,” ujar Viktor, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, kebutuhan masyarakat di setiap dapil memang tidak sama karena dipengaruhi karakteristik wilayah. Namun, persoalan infrastruktur lingkungan tetap menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan warga.
Permintaan perbaikan jalan lingkungan, gang permukiman, hingga fasilitas fisik lainnya masih mendominasi daftar usulan dibanding sektor lain. Kondisi itu dinilai menjadi indikator bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur di tingkat lingkungan masih perlu terus diperkuat.
Viktor menegaskan seluruh aspirasi yang terkumpul tidak akan berhenti sebagai dokumen hasil reses. DPRD akan membawa usulan tersebut ke dalam pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
“Setiap dapil memang memiliki prioritas masing-masing. Tetapi yang paling dominan tetap usulan pembangunan fisik, terutama perbaikan gang dan jalan lingkungan,” katanya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)