Samarinda, Sekala.id – Pembatalan sebuah ajang lari di Samarinda beberapa waktu lalu menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Peristiwa tersebut dinilai bukan hanya merugikan peserta, tetapi juga berpotensi mencoreng citra Kota Tepian sebagai destinasi penyelenggaraan berbagai event berskala regional maupun nasional.
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan setiap kegiatan yang menghadirkan peserta dari luar daerah mestinya membawa manfaat besar bagi perekonomian lokal. Karena itu, penyelenggara diminta memastikan seluruh persiapan rampung sebelum membuka pendaftaran kepada masyarakat.
Menurut Celni, kepercayaan publik menjadi modal utama agar Samarinda semakin dilirik sebagai tuan rumah berbagai kegiatan. Jika pembatalan acara terus terjadi, bukan tidak mungkin calon peserta dari luar daerah akan berpikir ulang untuk mengikuti event yang digelar di Samarinda.
“Adanya penyelenggaraan event ini kita ingin tujuannya baik agar bisa mempromosikan Samarinda kepada orang luar daerah agar dikenal dan dilirik,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, setiap event mampu menggerakkan roda ekonomi karena mendatangkan tamu yang memanfaatkan hotel, transportasi, rumah makan, hingga berbagai usaha masyarakat. Manfaat tersebut akan hilang apabila penyelenggaraan kegiatan dilakukan tanpa perencanaan yang matang.
Celni pun menyayangkan adanya penyelenggara yang membatalkan acara setelah peserta lebih dahulu mendaftar dan mengeluarkan biaya.
“Sangat disayangkan. Orang yang datang ke Kaltim khususnya Samarinda seharusnya memberi dampak positif bagi hotel, transportasi, dan sektor lainnya, tetapi justru dicederai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Ia menegaskan DPRD mendukung penuh berbagai event yang mampu memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Namun, dukungan itu harus diimbangi dengan profesionalisme penyelenggara agar tidak menimbulkan kerugian maupun menurunkan kepercayaan masyarakat.
“Kami terbuka akan setiap event yang ingin dibuat di Samarinda. Tetapi mohon dilaksanakan sebaik mungkin agar kejadian serupa tidak terulang. Dampaknya bukan hanya kerugian peserta yang telah mendaftar dan mengeluarkan uangnya, tetapi juga terhadap nama baik Samarinda. Kita khawatir mereka jadi hilang kepercayaan ke depannya,” pungkasnya. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)