Kutai Barat, Sekala.id – Ketersediaan data yang akurat dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan arah pembangunan daerah di tengah pesatnya perubahan dunia usaha dan ekonomi digital.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Sendawar, Jumat (12/6/2026).
Pencanangan tersebut dihadiri Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati H. Nanang Adriani, Ketua DPRD dan unsur Forkopimda, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, perwakilan instansi vertikal, pelaku usaha, serta berbagai mitra yang akan mendukung pelaksanaan sensus di seluruh wilayah Kubar.
Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan langkah strategis untuk memotret kondisi riil perekonomian daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan pola usaha masyarakat telah melahirkan banyak peluang ekonomi baru yang perlu didata secara menyeluruh.
“Perubahan ekonomi berlangsung sangat cepat, serta banyak usaha lahir dari rumah, dari platform digital, hingga kreativitas generasi muda. Kondisi ini membutuhkan data yang akurat agar pemerintah mampu memahami dan merespons perkembangan tersebut dengan kebijakan yang tepat,” ujarnya. 
Bupati menjelaskan, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan dalam merumuskan berbagai program pembangunan ekonomi, termasuk pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan daya saing ekonomi lokal.
“Saat ini, aktivitas ekonomi tidak hanya berlangsung melalui toko atau usaha konvensional, tetapi juga berkembang melalui media sosial, marketplace digital, serta berbagai sektor ekonomi kreatif yang terus tumbuh,” beberapa Bupati.
Ia juga menekankan bahwa data statistik yang berkualitas merupakan aset penting bagi masa depan daerah. Dengan data yang lengkap dan valid, pemerintah dapat menyusun program yang lebih efektif sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
“Saya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan sensus ini dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas. Setiap data yang dihimpun akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kutai Barat, Lutfi Muta’ali, menyampaikan bahwa pendataan lapangan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan 158 petugas yang tersebar di seluruh wilayah Kubar.
“Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap tersedianya data ekonomi yang lebih komprehensif dan relevan sehingga mampu mendukung pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Kubar yang semakin sejahtera, aman, adil, dan beradat,” pungkas Kepala BPS. (Btr/ADV/Diskominfo Kubar)