By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

Dari PBG hingga Dishub, Pengusaha Reklame Samarinda Keluhkan Rantai Izin yang Terlalu Panjang

Redaksi
By Redaksi
Published: Jumat, 5 Juni 2026
Share
Anggota Pansus I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Mengurus izin reklame di Samarinda tak cukup mendatangi satu instansi. Pelaku usaha harus melewati serangkaian rekomendasi dari berbagai dinas sebelum izin terbit. Proses yang berlapis itu disebut menjadi penyebab utama perizinan reklame bisa berlarut hingga berbulan-bulan bahkan satu tahun.

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan, Perizinan, dan Penataan Reklame di DPRD Samarinda membuka fakta lain di balik lambannya penerbitan izin reklame. Persoalannya bukan semata administrasi, melainkan rantai birokrasi yang dinilai terlalu panjang.

Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Samarinda menemukan bahwa pelaku usaha reklame harus mengurus sejumlah rekomendasi dari berbagai organisasi perangkat daerah sebelum izin dapat diterbitkan. Alur yang berlapis itu membuat proses perizinan kerap memakan waktu berbulan-bulan.

Anggota Pansus I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan keluhan tersebut muncul saat pihaknya menyerap aspirasi para pelaku usaha reklame. Menurut dia, ada pengusaha yang telah mengurus izin selama enam bulan hingga satu tahun namun belum memperoleh kepastian.

“Bahkan ada yang mengurus sampai enam bulan hingga satu tahun dan izinnya belum juga terbit,” ujar Samri, Kamis (4/6/2026).

Dalam mekanisme yang berlaku saat ini, pengusaha harus memperoleh rekomendasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Setelah itu masih ada persyaratan dari Dinas Perhubungan untuk aspek manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta Dinas Komunikasi dan Informatika yang menilai materi reklame.

Banyaknya pintu yang harus dilalui membuat proses perizinan menjadi panjang dan rentan tersendat di salah satu tahapan. Bagi pelaku usaha, kondisi tersebut tidak hanya menambah biaya dan waktu, tetapi juga menciptakan ketidakpastian dalam menjalankan bisnis. Sementara bagi pemerintah, lambatnya penerbitan izin berpotensi menghambat optimalisasi pendapatan daerah dari sektor reklame.

Karena itu, Pansus I DPRD Samarinda berupaya menjadikan penyederhanaan alur perizinan sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan raperda. Samri menegaskan bahwa yang ingin diperbaiki bukan substansi pengawasan, melainkan mekanisme pelayanan agar lebih efisien dan mudah dipahami masyarakat.

Menurutnya, pemerintah tetap harus memiliki instrumen untuk mengawasi penyelenggaraan reklame. Namun di sisi lain, pelaku usaha juga berhak memperoleh layanan yang cepat dan kepastian waktu dalam pengurusan izin.

Pembahasan raperda tersebut ditargetkan selesai dalam enam bulan ke depan sebelum masuk tahap finalisasi di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).

“Aturan baru ini bukan hanya soal menata kota melalui reklame yang lebih tertib. Regulasi ini nantinya tersebut diharapkan menjadi jalan keluar atas persoalan birokrasi yang selama ini membuat pelaku usaha harus bersabar berbulan-bulan hanya untuk menunggu selembar izin terbit,” kuncinya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:DPRD Kota SamarindaRaperdaReklameSamri Shaputra
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article ​Skandal Batu Bara Ilegal CV ABI: Kejati Kaltim Jebloskan Oknum ASN Kementerian ESDM dan Pihak Swasta ke Penjara
Next Article DPRD Soroti Potensi Miliaran Rupiah PAD Reklame yang Tersendat Urusan Izin

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Desak Evaluasi Pencegahan Narkotika di Sekolah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Dorong Tes Urine Pelajar Digelar Berkala Usai 12 Siswa SMP Positif Narkoba
Rabu, 26 Agustus 2026
Ruang Publik Baru Samarinda Rampung, Jasno Dorong Segera Dioperasikan
Rabu, 26 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Wabup Mahulu Buka Musrenbang RKPD 2026, Minta Perangkat Daerah Fokus Rumuskan Prioritas Pembangunan

1 Min Read
Advertorial

Rapak Lambur Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Tenggarong 2025, 14 Wilayah Siapkan Kafilah Terbaik

1 Min Read
Advertorial

Wiwid Mahendra Ajari Pegawai Dispora Kaltim Cara Menulis Berita yang Menarik

1 Min Read
Hukum & Kriminal

KPK Periksa Putri Eks Gubernur Kaltim, Apa Hubungannya dengan Kasus Korupsi IUP?

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?