By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
ParlemenSamarinda

Perseteruan Hak Angket DPRD Kaltim Berlanjut ke BK, Reza Fachlevi Buka Suara

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 28 Mei 2026
Share
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi.
SHARE

​Samarinda, Sekala.id – Ketegangan yang sempat mewarnai rapat konsultasi hak angket DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kini resmi menggelinding ke ranah internal. Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, memastikan dirinya telah melayangkan laporan pengaduan pribadi ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kaltim.

​Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas polemik panas yang melibatkan sesama anggota legislatif dalam rapat tersebut beberapa waktu lalu. Reza menegaskan, bola panas kasus ini sepenuhnya telah diserahkan kepada mekanisme BK.

​“Laporan dari saya pribadi sudah diserahkan ke Badan Kehormatan. Tinggal menunggu proses selanjutnya sesuai aturan yang ada di DPRD,” ungkap Reza saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).

​Meski sempat memicu friksi, legislator Karang Paci, sebutan DPRD Kaltim, ini mengaku enggan larut dalam konflik yang berkepanjangan. Reza memilih mendinginkan suasana dan mengajak seluruh pihak untuk melakukan refleksi bersama atas dinamika emosional yang terjadi saat rapat berlangsung.

​Dia tidak menampik adanya potensi kekeliruan, baik dari dirinya maupun pihak lain yang terlibat dalam ketegangan tersebut.

​“Kita tentu tidak ingin ada permusuhan di DPRD ini. Bisa jadi saya juga ada salah, begitu juga pihak lainnya. Yang penting bagaimana semuanya diselesaikan dengan baik,” tuturnya bijak.

​Bagi politikus muda ini, menjaga marwah lembaga legislatif jauh lebih penting ketimbang menuruti ego sektoral. Ia menekankan bahwa nilai kesantunan dan adab yang ditanamkan sejak dini dari lingkungan keluarga dan adat harus tetap menjadi kompas utama dalam berpolitik.

​“Kadang ada hal yang tersikapi secara emosional. Tapi kami diajarkan untuk tetap menjaga adab dan etika,” tambahnya.

​Terkait kelanjutan laporan tersebut, Reza mengaku telah menjalin komunikasi awal dengan Ketua BK DPRD Kaltim, Subandi. Agenda mediasi antarpihak kini tengah dijadwalkan oleh pihak BK.

​“Saya sudah dihubungi Ketua BK. Katanya nanti akan ada pemanggilan untuk mediasi. Kita tunggu saja prosesnya,” kata Reza.

​Di akhir keterangannya, Reza memberikan catatan tebal agar persoalan ini tidak digoreng menjadi komoditas politik atau dikaitkan dengan persaingan antarfraksi dan partai politik. Ia menegaskan insiden tersebut murni merupakan dinamika personal.

​“Jangan sampai dikait-kaitkan dengan partai atau kepentingan politik tertentu. Ini lebih kepada persoalan pribadi,” tegasnya.

​Reza berharap, lewat intervensi BK DPRD Kaltim, polemik ini dapat bermuara pada solusi yang bijaksana sekaligus menjadi alarm pengingat bagi seluruh anggota dewan tentang pentingnya saling menghormati.

​“Kita tidak bisa mengedepankan ego masing-masing. Dalam politik, berteman, maupun kehidupan sehari-hari, adab dan etika tetap harus dijaga,” pungkasnya. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:Akhmed Reza FachleviDPRD KaltimHak Angket
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Krisis Guru Mengintai, DPRD Samarinda Minta Penghapusan Honorer Dikaji Ulang

Berita Undas

Perseteruan Hak Angket DPRD Kaltim Berlanjut ke BK, Reza Fachlevi Buka Suara
Kamis, 28 Mei 2026
Krisis Guru Mengintai, DPRD Samarinda Minta Penghapusan Honorer Dikaji Ulang
Selasa, 26 Mei 2026
RT Diminta Jadi Garda Terdepan Pantau Warga Rentan di Samarinda
Selasa, 26 Mei 2026
Guru Menyusut, Sekolah di Samarinda Mulai Kekurangan Wali Kelas
Selasa, 26 Mei 2026
DPRD Samarinda Bedah Distribusi Avtur, Harga Tiket Pesawat Dinilai Tak Wajar
Selasa, 26 Mei 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Bom Waktu Demografi 2030 Mengintai Samarinda, DPRD Soroti Minimnya Anggaran KB

2 Min Read
Parlemen

Menjembatani Kesenjangan, Dialog Mahasiswa dan Sekretaris DPRD Kota Samarinda Buka Wawasan Baru

3 Min Read
Advertorial

Di Bawah Kepemimpinan Edi Damansyah, Nelayan dan Pembudidaya Ikan Anggana Berkembang Pesat

3 Min Read
Pemerintahan

Penutupan Perempatan Jalan Temenggung Ditunda, Warga Pasar Pagi Tolak Rekayasa Lalu Lintas

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?