Samarinda, Sekala.id – Teras Samarinda perlahan berubah wajah. Kawasan yang semula dikenal sebagai ruang publik kini mulai berperan sebagai penggerak ekonomi kota. Melalui pengelolaan Perumda Varia Niaga Samarinda, kawasan itu ditargetkan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp2 miliar pada 2026, sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM lokal.
Target PAD sebesar Rp2 miliar yang dipasang Perumda Varia Niaga Samarinda menjadi lompatan besar dibanding capaian beberapa tahun terakhir yang hanya berada di kisaran Rp450 juta hingga Rp500 juta.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, mengatakan optimisme tersebut didorong meningkatnya aktivitas di Teras Samarinda yang kini semakin ramai dikunjungi masyarakat. Menurutnya, sejak awal kawasan tersebut dirancang bukan sekadar menjadi tempat berkumpul warga, tetapi juga memiliki fungsi ekonomi yang mampu menggerakkan usaha masyarakat.
“Teras Samarinda kami konsep sebagai destinasi wisata kota, ruang interaksi sosial, sekaligus pusat aktivitas ekonomi melalui UMKM,” kata Syamsuddin, Senin (13/7/2026).
Untuk menjaga denyut kawasan tetap hidup, Perumda Varia Niaga rutin menghadirkan berbagai kegiatan. Sejumlah event digelar melalui kolaborasi dengan penyelenggara lokal maupun nasional. Bahkan pada Agustus mendatang, Teras Samarinda dijadwalkan menjadi lokasi kegiatan yang digelar event organizer internasional.
Syamsuddin meyakini konsistensi menghadirkan agenda di ruang publik akan berdampak langsung terhadap meningkatnya kunjungan masyarakat. Kondisi itu sekaligus membuka peluang bagi tenant untuk meningkatkan omzet.
Dia menegaskan, seluruh tenant yang beroperasi di Teras Samarinda merupakan pelaku UMKM lokal. Perusahaan daerah sengaja memberikan ruang agar usaha mereka berkembang melalui sistem kerja sama yang bertahap.
“Kami ingin UMKM lokal tumbuh bersama. Karena itu skema bagi hasil disesuaikan dengan kemampuan usaha masing-masing sehingga mereka memiliki kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.
Selain dari pengelolaan Teras Samarinda, Perumda Varia Niaga juga masih mengandalkan sektor pangan dan jasa sebagai penyumbang utama pendapatan perusahaan.
Sementara itu, realisasi PAD hingga semester pertama tahun ini belum dipublikasikan.
“Evaluasi kinerja baru akan terlihat lebih jelas setelah memasuki semester kedua,” terangnya.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat dan agenda kegiatan yang semakin padat, Perumda Varia Niaga berharap Teras Samarinda mampu memperkuat posisinya bukan hanya sebagai ikon ruang publik Kota Tepian, tetapi juga sebagai salah satu sumber pendapatan daerah yang terus bertumbuh. (Jor/El/Sekala)