Samarinda, Sekala.id – Lonjakan harga tiket pesawat di Samarinda tak lagi dipandang sekadar urusan maskapai penerbangan. DPRD Kota Samarinda mulai menyoroti persoalan di balik mahalnya ongkos terbang, termasuk distribusi avtur yang diduga ikut memengaruhi tingginya tarif penerbangan.
Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama sejumlah instansi terkait untuk membedah akar persoalan mahalnya tiket pesawat.
Menurut Celni, pembahasan tidak hanya akan diarahkan pada kebijakan maskapai, tetapi juga rantai distribusi bahan bakar pesawat yang selama ini dinilai luput dari perhatian.
“Persoalan tiket ini tidak bisa dilihat hanya dari sisi maskapai. Distribusi BBM penerbangan juga harus dievaluasi,” kata Celni, Senin (25/5/2026).
DPRD Samarinda berencana menghadirkan pihak bandara hingga sektor yang bertanggung jawab terhadap distribusi avtur dalam hearing tersebut. Langkah itu dilakukan untuk mencari gambaran utuh mengenai faktor yang membuat harga tiket penerbangan dari dan menuju Samarinda terus tinggi.
Celni menilai mahalnya tiket pesawat sudah berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Mobilitas warga menjadi terbatas, terutama bagi mereka yang membutuhkan perjalanan cepat untuk kepentingan mendesak.
Tak hanya itu, biaya perjalanan dinas pemerintah daerah juga ikut terdampak akibat tingginya tarif penerbangan dalam beberapa waktu terakhir.
“Yang paling terasa tentu masyarakat. Banyak yang kesulitan karena akses penerbangan sekarang makin mahal,” ujarnya.
DPRD Samarinda memastikan hearing akan digelar dalam waktu dekat. Mereka berharap pembahasan itu bisa menghasilkan solusi konkret agar harga tiket pesawat lebih terjangkau dan tidak terus membebani masyarakat. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)