Kutai Barat, Sekala.id – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) sebagai salah satu daerah dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi provinsi maupun nasional.
Pemerintah Pusat melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Target ini mencerminkan semangat optimisme bangsa Indonesia untuk bangkit dan maju bersama.
Bupati Kubar, Frederick Edwin menyampaikan potensi sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan, serta pariwisata menjadi motor utama perekonomian daerah yang harus terus dikelola secara bijak, produktif, dan berkelanjutan, ucapnya saat membuka Kick Off Meeting Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tahun 2025, di Ruang Rapat Diklat Lantai 3, Kantor Bupati Kubar, Kamis (30/10/2025).
Namun demikian, kata Bupati, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diatasi, seperti keterbatasan infrastruktur pendukung ekonomi, rendahnya nilai tambah produk lokal, keterbatasan akses permodalan bagi UMKM, belum optimalnya koordinasi lintas perangkat daerah, serta rendahnya serapan investasi dan belanja daerah.
“Kondisi tersebut memerlukan kerja keras dan sinergi nyata dari seluruh pemangku kepentingan agar pertumbuhan ekonomi di Kubar dapat meningkat secara signifikan,” urainya.
Selanjutnya, Pemkab Kubar berkomitmen memperkuat tata kelola ekonomi daerah, meningkatkan kapasitas kelembagaan perangkat daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan data dan sistem informasi ekonomi melalui portal kendaliekonomi.kemendagri.go.id sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Frederick Edwin juga menegaskan bahwa, percepatan pertumbuhan ekonomi tidak akan berhasil tanpa kolaborasi dan sinergi lintas sektor.
“Maka oleh itu, dibutuhkan kerja sama nyata antara pemerintah, pelaku usaha, perbankan, akademisi, serta seluruh lapisan masyarakat. Setiap pihak memiliki peran penting, mulai dari menciptakan iklim investasi yang kondusif, mengembangkan produk lokal berdaya saing, hingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” tegas Bupati.
Pemerintah juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, serta penguatan industri manufaktur dan iklim investasi daerah sebagai pendorong utama ekonomi lokal.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga sinergi kita bersama mampu mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi Kubar, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen,” pungkasnya. (Btr/Sekala/Adv)