Jakarta, Sekala.id – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama pengembangan Bandara Ujoh Bilang sebagai simpul akses strategis wilayah perbatasan.
Langkah ini dinilai krusial dalam mendukung konektivitas antar wilayah, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta membuka potensi pariwisata Mahulu yang selama ini terkendala keterisolasian. Pembangunan bandara juga disebut sebagai proyek strategis jangka menengah-panjang yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah Mahulu, Dr. Stephanus Madang, menegaskan bahwa Bandara Ujoh Bilang diharapkan mulai beroperasi secara terbatas pada 2025 sebagai bandara perintis.
“Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan, termasuk kesiapan sisi udara, listrik, dan terminal. Target kami, operasional bisa berjalan pada 2026 atau lebih cepat jika semua standar dan SOP bisa dipenuhi,” ujar Stephanus.
Ia juga menyebut pentingnya kerangka regulasi dan dukungan anggaran dalam tahap implementasi lanjutan. Sejumlah tahapan telah dilalui sejak terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan No. 164 Tahun 2022 tentang penetapan lokasi bandara, termasuk pembukaan akses jalan dan pematangan lahan sisi darat.
Pemkab Mahulu mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun provinsi, untuk bersinergi agar cita-cita menjadikan Mahulu lebih terbuka dan terhubung segera terwujud. (Jor/El/ADV/Pemkab Mahulu)