By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Nasional

Candaan Gus Miftah Berujung Teguran Istana

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 5 Desember 2024
Share
Potongan video viral yang memperlihatkan momen Gus Miftah saat menghina penjual es teh. (Foto: Istimewa)
SHARE

Jakarta, Sekala.id – Malam itu di Magelang, Jawa Tengah, Gus Miftah duduk di hadapan jemaah yang memenuhi lokasi dakwah. Suasana yang seharusnya teduh berubah menjadi polemik besar setelah pernyataannya kepada seorang penjual es teh yang lewat di tengah acara viral di media sosial. Kata “goblok” yang terlontar dari mulutnya kini memicu gelombang kritik, bukan hanya dari publik, termasuk juga dari Istana.

Dalam video yang beredar, Gus Miftah terlihat menegur seorang penjual es teh yang membawa dagangannya di antara kerumunan. Awalnya, ia bertanya, “Es teh-mu isih akeh (masih banyak) enggak?” Tapi, bukannya menawarkan bantuan atau membeli dagangan, Gus Miftah justru melontarkan candaan yang dianggap tidak pantas.

“Ya sana jual, goblok,” katanya, diiringi tawa.

Penjual es teh itu hanya terdiam, masih membawa dagangannya di atas kepala.

Candaan itu mungkin dimaksudkan ringan, namun publik menangkapnya sebagai pelecehan terhadap rakyat kecil. Apalagi, Gus Miftah memegang posisi strategis sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Toleransi Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Posisi ini menuntutnya menjadi panutan, bukan sumber kontroversi.

Gelombang kritik yang muncul akhirnya memaksa Istana merespons. Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan teguran langsung melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Presiden sudah meminta yang bersangkutan segera meminta maaf kepada bapak Sunhaji, penjual es teh yang mungkin merasa terluka oleh ucapan itu,” ujar Hasan dalam keterangannya, Kamis (5/12/2024).

Hasan juga mengingatkan bahwa tindakan Gus Miftah bertolak belakang dengan prinsip yang selalu dijunjung Presiden Prabowo.

“Beliau sangat menghormati rakyat kecil, termasuk pedagang kaki lima, petani, dan nelayan yang bekerja keras mencari nafkah halal untuk keluarga mereka,” ucapnya.

Sosok Gus Miftah dikenal sebagai pendakwah yang mengusung toleransi dan keterbukaan. Namun, insiden ini menjadi pengingat bahwa posisi dan perkataan tokoh publik selalu diawasi dengan cermat. Kritik mengalir deras di media sosial, menyebut tindakan Gus Miftah sebagai cermin arogansi dan minim empati.

“Seorang tokoh agama seharusnya menjadi pelindung dan pendorong bagi rakyat kecil, bukan justru melontarkan candaan yang merendahkan,” tulis seorang warganet di Twitter.

Di tengah derasnya kritik, sosok Sunhaji, penjual es teh dalam video viral itu, menjadi simbol ketabahan rakyat kecil. Ia hanya diam ketika menerima lontaran kata kasar, tetap memikul dagangannya tanpa membalas. Diamnya menjadi pengingat akan perjuangan mereka yang setiap hari keluar rumah untuk mencari nafkah, meski kerap dipandang sebelah mata.

Insiden ini bukan hanya tentang ucapan Gus Miftah, melainkan cerminan relasi antara mereka yang memegang kuasa dan rakyat kecil yang berjuang di bawahnya. Apakah kata-kata Gus Miftah ini hanyalah candaan atau gambaran lebih dalam tentang bagaimana sebagian elit memandang rakyat? (Jor/El/Sekala)

TAGGED:Gus MiftahPenjual Es TehPrabowo SubiantoPresiden RISunhaji
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Gratis! Pelatihan Migas yang Buka Peluang Kerja Baru
Next Article Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik Fokuskan Pemetaan Desa, Targetkan Tepat Sasaran

Berita Undas

28 Tahun Reformasi: Mahasiswa dan Akademisi di Samarinda Soroti Gejala Neo Orba dan Cengkeraman Oligarki
Jumat, 22 Mei 2026
Gandeng Syarifah Suraidah, Baladika Mulawarman RombaK Total Rumah Tak Layak Huni Milik Acil Mercedes
Jumat, 22 Mei 2026
Tuntut Pengusutan Kebijakan Pemprov, APMK Serbu Kejati Kaltim Bawa Data Dugaan Pelanggaran
Kamis, 21 Mei 2026
Redam Tensi Demonstrasi, Massa Drupadi Baladika Kaltim Gelar Pentas Budaya dan Bagikan Mawar
Rabu, 20 Mei 2026
Gubernur Kaltim Redam Aksi Korban Konflik Lahan, Janji Gandeng BPN untuk Urai Masalah
Selasa, 19 Mei 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Hiburan

13 Bom di Jakarta Tayang Hari Ini, Film Aksi Terbesar yang Pernah Dibuat di Indonesia

3 Min Read
Pemerintahan

Jokowi Puas Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kecuali Beras

2 Min Read
Nasional

Bercokol di Puncak Klasemen, Kemenangan 2-0 Borneo Atas Arema FC Tanda Awal Musim yang Menjanjikan

2 Min Read
Nasional

Konvensi Nasional SMSI 2024: Mengokohkan Kebebasan Pers di Era Digital

3 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?