Samarinda, Sekala.id – Di tengah hiruk-pikuk Samarinda yang terus berkembang, sebuah ruang hijau bangkit dari tidur panjangnya. Taman Cerdas, yang sempat rusak parah, kini bersiap menyambut wajah barunya. Namun, di balik revitalisasi fisik ini, ada perdebatan menarik soal identitas, tetap mempertahankan nama lamanya atau mengubahnya menjadi sesuatu yang baru?
Sebuah nama sering kali lebih dari sekadar identitas. Itulah yang menjadi alasan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, akhirnya memutuskan untuk tetap mempertahankan nama Taman Cerdas. Sebelumnya, sempat muncul wacana mengganti nama taman menjadi Taman PKK, merujuk pada gedung di belakangnya. Namun, keputusan terakhir menyatakan sebaliknya, nama “Cerdas” tetap menjadi bagian dari ruang ini.
“Nama itu penting, tetapi yang lebih utama adalah fungsi dan manfaatnya. Kami ingin taman ini menjadi simbol kemajuan dan edukasi,” ujar Andi Harun.
Revitalisasi yang dimulai Juli 2024 ini bukan sekadar perbaikan, melainkan transformasi total. Taman Cerdas tak lagi hanya ruang terbuka hijau, melainkan pusat aktivitas masyarakat. Salah satu rencana besar adalah pembangunan perpustakaan modern di tengah taman. Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat belajar yang nyaman, terutama bagi anak-anak dan pelajar Samarinda.
Selain itu, wisata kuliner yang sudah menjadi daya tarik akan ditingkatkan. AH menekankan bahwa taman ini tidak hanya tempat bersantai, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi lokal.
“Kami ingin ruang ini menjadi titik temu antara rekreasi dan ekonomi, sebuah tempat di mana masyarakat bisa mendapatkan manfaat langsung,” tambahnya.
Rencana ini lebih dari sekadar membangun taman, melainkan membangun masa depan kota. Dengan konsep yang mengintegrasikan ruang hijau, edukasi, dan ekonomi, Taman Cerdas dirancang untuk menjadi ikon Samarinda yang baru.
Namun, proyek ini bukan tanpa tantangan. Dengan progres yang kini mencapai 75 persen, Pemkot Samarinda berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikannya pada akhir Desember 2024. Andi Harun pun memastikan dirinya akan turun langsung meninjau setiap perkembangan.
“Setiap proyek besar membutuhkan perhatian penuh. Saya akan memastikan semuanya berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
Ketika revitalisasi ini rampung, Taman Cerdas diharapkan bukan hanya menjadi ruang hijau yang indah, tetapi juga simbol inovasi Samarinda. Sebuah tempat di mana masyarakat dapat belajar, bersantai, dan berkontribusi pada ekonomi lokal. (Jor/El/Sekala)