By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Parlemen

Veridiana: Kubar Perlu Bankeu Lebih Besar untuk Pemerataan Pembangunan

fathur
By fathur
Published: Senin, 1 Mei 2023
Share
Veridiana Huraq Wang, Ketua Komisi III DPRD Kaltim (Foto: Apr/Klausa)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Kabupaten Kutai Barat di Kalimantan Timur (Kaltim) merasa tidak mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah provinsi. Padahal, daerah ini masih memiliki banyak desa tertinggal yang membutuhkan bantuan untuk membangun infrastruktur dan sarana prasarana.

Salah satu indikator ketidakadilan ini adalah nilai Bantuan Keuangan (Bankeu) yang diberikan pemerintah provinsi kepada Kutai Barat. Dari total pagu Rp1,19 triliun untuk 10 kabupaten/kota di Kaltim, Kutai Barat hanya kebagian sekitar Rp38,08 miliar saja.

“Kalau bicara seimbang dan sesuai, jelas tidak sesuai. Masih banyak desa tertinggal di Kutai Barat. Setidaknya, ada 8 desa tertinggal yang tercatat dekat dengan Ibu Kota Negara (IKN),” kata Veridiana Huraq Wang, Ketua Komisi III DPRD Kaltim yang berasal dari daerah pemilihan Kutai Barat.

Veridiana mencontohkan kondisi di Kecamatan Bongan, yang memiliki 4 desa tertinggal yang diperkirakan tidak bisa berkembang. Sebab, infrastruktur jalan di wilayah tersebut terbilang tidak representatif untuk digunakan masyarakat sekitar.

“Akan tetapi kemarin kita sudah bertemu dengan pemerintah provinsi dalam upaya membantu Kutai Barat untuk jalan itu,” ujarnya.

Veridiana mengaku merasa kecewa dengan adanya ego sektoral dalam hal penganggaran. Menurutnya, pemerintah provinsi seharusnya memberikan perhatian lebih terhadap Kutai Barat sebagai daerah yang masih memerlukan pembangunan yang merata.

“Terus terang saya sebagai wakil rakyat sana menganggap begitu, karena seharusnya ada perhatian khusus dari pemerintah provinsi jika mereka benar-benar memperjuangkan pembangunan yang merata untuk daerah-daerah itu,” katanya.

Veridiana menambahkan, banyak kegiatan-kegiatan di Kutai Barat yang dianggap bukan menjadi kewenangan dari pemerintah provinsi. Selain itu, alasan lainnya karena usulan-usulan yang diajukan oleh pemerintah kabupaten untuk bankeu itu bukan usulan prioritas.

“Kita berharap ada perubahan ke depannya. Kita juga berharap ada komunikasi yang lebih baik antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten,” tuturnya. (Apr/Fch/Sekala.id)

TAGGED:Bantuan KeuanganPemerataan PembangunanVeridiana Huraq Wang
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article IKN di Bumi Etam, Adat Istiadat dan Budaya Dayak Kenyah Harus Dilestarikan
Next Article May Day 2023: Partai Buruh Kaltim Tolak Parlementary Threshold 4 Persen

Berita Undas

14 Tenan UMKM Bakal Isi Teras Samarinda II, DPRD Ingatkan Ancaman Macet
Selasa, 20 Oktober 2026
Bocah Tewas Terjatuh dari Balkon Hotel Mesra, DPRD Samarinda Soroti Celah Keselamatan Anak
Selasa, 20 Oktober 2026
Cegah Narkoba Tak Cukup dengan Imbauan, DPRD Samarinda Soroti Anggaran BNN
Selasa, 20 Oktober 2026
Jalur Pembuangan Air Jadi Sorotan, DPRD Samarinda Minta Drainase Dibenahi Sebelum Hujan
Selasa, 20 Oktober 2026
Banjir Samarinda Tak Cukup Diatasi dengan Pengerukan, Jasno Soroti Permukiman di Sempadan Sungai
Selasa, 20 Oktober 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Samarinda Pertahankan WTP ke-11, DPRD Mulai Bedah Pertanggungjawaban APBD 2025

3 Min Read
Parlemen

Menegakkan Integritas, Agus Tri Susanto Ajak ASN Samarinda Pertahankan Netralitas dalam Kontestasi Politik

2 Min Read
Advertorial

DPRD Samarinda Bidik Anak Sungai, Siapkan Perda Sempadan untuk Tekan Risiko Banjir

3 Min Read
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kelangkaan LPG 3 kg.
Parlemen

Gas Melon Langka, DPRD Samarinda Curigai Oknum Bermain di Rantai Distribusi

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?