Samarinda, Sekala.id – Kelancaran pasokan air bersih dan kelayakan jalan lingkungan menjadi dua persoalan yang disorot warga Kecamatan Samarinda Ulu saat bertemu Anggota DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain. Aspirasi tersebut menjadi catatan bagi legislator untuk mendorong pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Persoalan infrastruktur dasar masih menjadi perhatian warga di tingkat lingkungan. Dalam agenda reses pada Rabu (21/10/2026), Sani menerima sejumlah masukan masyarakat yang berkaitan dengan kebutuhan air bersih dan perbaikan jalan.
Kedua persoalan itu dinilai penting karena bersentuhan langsung dengan aktivitas warga sehari-hari. Pasokan air yang belum lancar menyulitkan pemenuhan kebutuhan rumah tangga, sementara kondisi jalan lingkungan yang memerlukan perbaikan turut menjadi perhatian masyarakat.
Sani menyebut, keluhan tersebut mendominasi aspirasi yang diterimanya selama bertemu warga. Menurutnya, kebutuhan mendasar seperti air bersih dan infrastruktur jalan perlu menjadi perhatian dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Warga masih menghadapi persoalan air bersih yang belum mengalir lancar. Selain itu, sejumlah jalan lingkungan juga membutuhkan perbaikan. Dua hal ini yang paling banyak mereka sampaikan kepada kami,” ujarnya.
Menurut Sani, persoalan yang muncul dalam reses perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme di DPRD. Aspirasi masyarakat tidak semestinya hanya menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi perlu diperjuangkan agar dapat dipertimbangkan dalam program pembangunan.
Dia menilai, komunikasi langsung dengan masyarakat membantu wakil rakyat memahami kebutuhan yang terjadi di lapangan. Dengan begitu, masukan yang dihimpun tidak semata-mata berdasarkan perencanaan, tetapi juga mempertimbangkan persoalan yang benar-benar dirasakan warga.
“Melalui reses, kami bisa mendengar langsung persoalan masyarakat. Dengan mengetahui kondisi di lapangan, kami memiliki gambaran lebih jelas mengenai kebutuhan yang harus diprioritaskan,” kata Sani.
Dia menegaskan, esensi reses terletak pada upaya menjembatani kebutuhan masyarakat dengan proses pengambilan kebijakan. Karena itu, setiap masukan yang diterima akan menjadi bahan untuk mendorong pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Aspirasi mengenai air bersih dan jalan lingkungan selanjutnya akan dicatat sebagai bahan perjuangan Sani di DPRD Kota Samarinda. Meski demikian, realisasi kebutuhan tersebut tetap memerlukan tindak lanjut melalui proses perencanaan dan penentuan prioritas pembangunan.
Sani berharap, persoalan yang disampaikan warga Samarinda Ulu mendapat perhatian sehingga pembangunan tidak hanya berorientasi pada program, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Yang kami harapkan, aspirasi ini tidak berhenti setelah reses selesai. Kebutuhan yang paling mendesak harus diperjuangkan agar bisa mendapat perhatian dalam pembangunan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)