By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
PemerintahanSamarinda

Teras Samarinda Kini Lebih Ramah Pejalan Kaki Berkat Pelican Crossing

Redaksi
By Redaksi
Published: Jumat, 20 Desember 2024
Share
Pelican Cross di Teras Samarinda. (Ist)
Pelican Cross di Teras Samarinda. (Ist)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Di tengah kesibukan Jalan Gajah Mada, Samarinda, sebuah fasilitas sederhana mengundang perhatian. Pelican crossing, fasilitas penyeberangan jalan yang pertama kali hadir di Kota Tepian, resmi beroperasi Kamis sore (19/12/2024). Namun, di balik kehadirannya, ada cerita tentang bagaimana sebuah solusi kecil bisa menjadi harapan besar.

Teras Samarinda adalah salah satu pusat keramaian yang kerap membuat pejalan kaki menjadi pihak yang terpinggirkan. Risiko kecelakaan di lokasi ini menuntut perhatian serius.

“Pelican crossing ini adalah upaya untuk mendamaikan kepentingan pejalan kaki dan pengendara. Kami ingin jalan raya tidak hanya jadi ruang kendaraan, tapi juga ruang aman bagi manusia,” ujar Hotmarulitua Manalu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda.

Dengan sistem sederhana, dengan menekan tombol hijau untuk menyalakan lampu penyeberangan, pelican crossing memberikan waktu 15 detik bagi pejalan kaki untuk melintas. Angka yang mungkin terlihat kecil, tetapi cukup untuk menciptakan rasa aman di tengah lalu lintas yang sibuk.

Namun, inovasi ini bukan tanpa tantangan. Samarinda, seperti banyak kota lainnya, masih menghadapi persoalan budaya berlalu lintas. Petugas Dishub dikerahkan untuk memastikan bahwa fasilitas ini dipahami dan digunakan dengan benar oleh warga dan pengendara.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal edukasi. Kebiasaan baru harus diciptakan, dan itu memerlukan waktu,” tambah Manalu.

Bahkan, langkah antisipasi pun telah disiapkan. Pembatas jalan di sekitar pelican crossing akan dilepas untuk mengurangi kemacetan, dengan koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pelican crossing di Jalan Gajah Mada hanyalah awal. Pemerintah telah menganggarkan Rp 477 juta untuk pemasangan serupa di Taman Samarendah. Ke depannya, Dishub berencana memperluas fasilitas ini ke titik-titik lain yang strategis.

Namun, keberhasilan pelican crossing ini tidak hanya terletak pada teknologi atau dana yang diinvestasikan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat Samarinda menerima dan menghidupkan budaya keselamatan di jalan raya.

“Ini adalah langkah kecil yang berdampak besar. Kami ingin Samarinda menjadi kota yang lebih ramah, bukan hanya untuk kendaraan, tetapi juga untuk warganya,” tutup Manalu. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:Dishub Kota SamarindaHotmarulitua ManaluPelican Crossing
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pemain Borneo FC Samarinda, Christophe Nduwarugira saat sesi konferensi pers. (IST) Christophe Nduwarugira: Tantangan di Kandang Bajul Ijo
Next Article Murah di Kantong, Berbahaya di Jalan: Risiko Ban Vulkanisir yang Sering Diabaikan

Berita Undas

Gaji DPR Dilepas, Sahroni Pilih Jalur Donasi Terbuka
Selasa, 14 April 2026
Bahlil soal harga BBM bersubsidi: Tunggu waktunya saja
Rabu, 1 April 2026
Tidak Ada Pengadaan Mobil Dinas Baru Di Kutai Barat
Kamis, 26 Maret 2026
Estetika Terbaik: Keramik Batu Alam untuk Dinding Rumah
Kamis, 26 Maret 2026
Art Paris 2026: Bahasa dan Reparasi dalam Seni
Kamis, 26 Maret 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Wakil Bupati Mahulu Serukan “Revolusi Pilkada”, Pilih Pemimpin dengan Hati Nurani

2 Min Read
Advertorial

Judi Online Musuh Bersama, Edi Damansyah Gelorakan Semangat Anti-Judi

2 Min Read
Advertorial

Modernisasi Pertanian dan Peternakan Desa Purwajaya, Usaha Mandiri Pangan Pasca Tambang

2 Min Read
Politik

Bawaslu Kaltim Siaga Hadapi Potensi Kerawanan Pilkada Serentak 2024

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?