Kutai Barat, Sekala.id – Kutai Barat (Kubar) secara resmi menerima 183 mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026 . Para mahasiswa tersebut akan melakukan pengabdian di 18 kampung dan satu kelurahan selama 41 hari, terhitung sejak 13 Juli hingga 22 Agustus 2026.
Prosesi penerimaan berlangsung di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Barong Tongkok, Selasa (14/7/2026), dipimpin Wakil Bupati Kubar H. Nanang Adriani.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Panitia KKN Universitas Mulawarman (Unmul) sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Alamsyah, Ph.D., jajaran perangkat daerah, Ketua TP PKK Kubar, para camat, lurah, petinggi kampung, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nanang Adriani mengatakan KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, program KKN Kolaborasi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.
“Melalui KKN Kolaborasi yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi, inovasi, serta pendampingan bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan potensi lokal, dan mendukung pembangunan kampung,” ucap Wakil Bupati.
Ia juga berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian, menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah kampung dan seluruh elemen masyarakat.
“KKN bukan hanya tempat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Jadikan kesempatan ini sebagai wadah mengabdi, belajar, dan membangun kepedulian sosial,” pesan H. Nanang.
Tema KKN tahun ini, “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDGs”, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Kubar dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Semoga kehadiran mahasiswa mampu menjadi mitra strategis pemerintah kampung dalam mendorong pembangunan yang lebih berkualitas serta mendukung terwujudnya Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” harapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DMPK) Kubar, Erlinsiana, melaporkan sebanyak 183 mahasiswa Unmul yang berasal dari 11 fakultas mengikuti KKN Kolaborasi Tahun 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 69 mahasiswa laki-laki dan 114 mahasiswa perempuan.
“Para mahasiswa berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Farmasi, Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kehutanan dan Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Perikanan dan Ilmu Kelautan, Pertanian, serta Teknik,” urainya.
Mereka akan ditempatkan di 18 kampung dan satu kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah kampung melalui berbagai program prioritas.
“Dimulai dari penataan administrasi pemerintahan kampung, pemutakhiran profil kampung, pemetaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, hingga pendampingan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” beber Plt Kepala DMPK.
Selain itu, mahasiswa juga diharapkan aktif berkolaborasi dengan PKK, Posyandu, Karang Taruna, LPM, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), RT, hingga lembaga adat agar program kerja yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Panitia KKN Kolaborasi Tahun 2026, Alamsyah, Ph.D., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan pilot project yang diinisiasi bersama delapan perguruan tinggi di Kalimantan Timur.
“Meskipun peserta yang diterjunkan di Kubar tahun ini masih didominasi mahasiswa Unmul karena perbedaan kalender akademik perguruan tinggi mitra, ke depan diharapkan semakin banyak kampus yang dapat bergabung sehingga kolaborasi menjadi lebih luas,” terangnya.
Alamsyah menambahkan seluruh mahasiswa telah mengikuti pembekalan intensif selama satu pekan yang melibatkan Kementerian Desa, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta dosen pembimbing lapangan. Pembekalan tersebut bertujuan agar program kerja mahasiswa selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan manfaat bagi desa tempat mereka mengabdi serta mampu mendukung program-program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah daerah,” pungkasnya.
Melalui KKN Kolaborasi Tahun 2026, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mempercepat pembangunan kampung, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. (Btr/ADV/Diskominfo Kubar)