Samarinda, Sekala.id – Pemerintah telah membuka pelatihan gratis untuk program magang ke Jepang bagi lulusan SMA dan SMK di Kalimantan Timur (Kaltim). Meski terlihat menggiurkan, minat pendaftar masih jauh dari harapan.
Program yang digagas Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda bersama Yayasan Satunusa ini telah disosialisasikan selama dua bulan terakhir, namun jumlah peserta belum memenuhi target. Padahal, pelatihan tidak dipungut biaya dan peserta hanya perlu menyiapkan dokumen pribadi.
Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya partisipasi, meskipun fasilitas dan prospek kerja yang ditawarkan sangat menjanjikan.
“Sayang sekali karena peluangnya besar. Tantangan utama kami adalah keterbatasan jangkauan informasi, terutama di luar kota. Kami akan perluas kerja sama dengan OPD dan lembaga masyarakat agar informasi ini menjangkau lebih luas,” kata Eka, Rabu (25/6/2025).
Eka menambahkan bahwa pelatihan terbuka bagi semua jurusan, tidak terbatas pada lulusan bahasa. Program ini juga akan dilengkapi dengan kunjungan terbuka dan forum diskusi agar masyarakat bisa mendapat pemahaman secara langsung.
Program ini menyediakan 44 kelas pelatihan dengan target 704 peserta. Sosialisasi resmi dilakukan di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kalimantan Timur dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Seno Aji.
Seno menyambut baik program tersebut. Ia menilai kesempatan magang ke luar negeri tanpa biaya besar merupakan peluang emas bagi generasi muda di Kaltim.
“Pelatihan ini gratis, padahal kalau mandiri bisa habiskan belasan juta. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan. Terima kasih BPVP dan Yayasan Satunusa atas kontribusinya membuka akses kerja internasional,” ujar Seno.
Wagub juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia lokal menghadapi era investasi besar, khususnya di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Penguasaan bahasa asing disebut menjadi salah satu keunggulan kompetitif.
“Kita harus siapkan anak-anak jadi pelaku, bukan penonton. Jangan sampai yang menikmati kemajuan Kaltim justru datang dari luar,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemprov Kaltim tengah merancang kurikulum bilingual untuk SMA dan SMK. Pemerintah juga telah menggulirkan insentif sebesar Rp500 ribu per bulan bagi guru non-PNS sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan. (Jor/El/Sekala)