Kutai Barat, Sekala.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) terus menunjukkan komitmennya didalam memperkuat ketahanan pangan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Pemkab Kubar, melalui Dinas Perikanan (Diskan), berbagai program dukungan dan bantuan akan digulirkan pada tahun 2025 untuk memperkuat sektor perikanan. Hal ini guna membangun sektor perikanan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat
Dalam sambutannya, Wabup Kubar Nanang Adriani menegaskan bahwa sektor perikanan merupakan salah satu potensi unggulan daerah yang perlu dikembangkan secara terpadu, ucap Wabup saat me-launching Program Kampung Ikan Sejahtera (KIS) Kubar, di Gedung BPU Kampung Tanjung Haur, Rabu (29/10/2025).
“Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan perikanan budidaya dan tangkap, agar kesejahteraan masyarakat kampung semakin meningkat,” tuturnya.
Wabup mengatakan bahwa, pengembangan sektor perikanan tidak hanya berbicara soal peningkatan produksi, tetapi juga pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci menjaga keberlanjutan sumber daya ikan dan lingkungan perairan. Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi pelaku usaha maupun pembudidaya ikan, tetapi juga penjaga ekosistem perikanan yang berkelanjutan,” tegas Wabup H. Nanang Adriani.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kubar Pilip menjelaskan, pada tahun 2025 Diskan akan menyalurkan 331 unit sarana prasarana usaha perikanan tangkap, 150 unit kolam bundar, 1 unit kolam bioflok, 20 unit keramba ulin, 184 ribu ekor benih ikan, serta 36,5 ton pakan ikan. Bantuan tersebut akan disalurkan ke berbagai kampung, termasuk Kampung Tanjung Haur, Kecamatan Penyinggahan dan Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu.
Selain bantuan fisik, Diskan juga akan melaksanakan restocking atau pelepasliaran benih ikan di kawasan perairan penting, dengan total 395 ribu ekor benih ikan yang bersumber dari APBD Kubar melalui pokok-pokok pikiran DPRD.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber daya ikan serta mendukung peningkatan ekonomi masyarakat nelayan di perairan umum,” pungkas Kadiskan.
Untuk memperkuat daya saing, Diskan juga akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nelayan dan pembudidaya ikan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, seperti budidaya ikan hias lokal, manajemen kelompok perikanan, pengolahan hasil perikanan, pembuatan dan pemberian pakan ikan, budidaya sistem bioflok, serta pembuatan perahu fiber. (Btr/Sekala/Adv)