By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialMahakam UluPemerintahan

Mahakam Ulu, Antara Sampah dan Masa Depan Lingkungan

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 14 November 2024
Share
Seminar penyusunan Draft Laporan Akhir Feasibility Study. (Foto: Istimewa)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Di balik pesona alam Mahakam Ulu yang asri, ada tantangan besar yang mengintai: sampah. Kabupaten termuda di Kalimantan Timur ini kini tengah berjuang menata pengelolaan lingkungannya demi masa depan yang lebih hijau.

Langkah nyata itu terlihat ketika Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, memimpin seminar penyusunan Feasibility Study terkait lokasi strategis pengelolaan sampah, Kamis (14/11/2024), di Hotel Puri Senyiur, Samarinda. Seminar ini bukan sekadar diskusi, melainkan peta jalan untuk membangun sistem pengelolaan sampah terpadu di wilayah yang dikenal sebagai jantung Kalimantan ini.

“Mahulu punya kekayaan alam yang luar biasa. Namun, semua itu tidak akan berarti jika kita gagal mengelola sampah dan menjaga lingkungan,” kata Bonifasius dalam sambutannya yang tegas namun sarat optimisme.

Dalam acara yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mahulu dan Unit Layanan Strategis Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (ULS-PPID) Universitas Mulawarman tersebut, isu utama yang dibahas adalah lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan infrastruktur lain seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Namun, seminar ini bukan sekadar soal mencari lokasi. Lebih dari itu, ini adalah panggilan untuk melibatkan semua pihak—pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat—dalam menjawab tantangan lingkungan.

Langkah Mahulu ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008. Bagi Bonifasius, regulasi bukan hanya teks di atas kertas, melainkan panduan untuk bertindak nyata.

“Data dan informasi lingkungan harus menjadi milik bersama. Kita tidak hanya bicara soal dokumen, tapi tentang bagaimana dokumen itu hidup dalam kebijakan dan tindakan,” ujarnya.

Menurut Bonifasius, studi ini harus memberikan dasar analisis yang kuat tentang daya dukung dan daya tampung lingkungan. Tidak hanya itu, dokumen ini juga akan menjadi pijakan untuk mewujudkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Bukan tanpa alasan Bonifasius menekankan pentingnya pengelolaan sampah. Mahulu, dengan segala kekayaannya, dihadapkan pada ancaman polusi dan kerusakan lingkungan jika tata kelola sampah tidak ditata sejak dini.

Di akhir seminar, Bonifasius menandatangani Surat Pernyataan yang menyatakan komitmen Mahulu untuk menjadikan dokumen lingkungan sebagai prioritas. Penandatanganan ini disaksikan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi dari Universitas Mulawarman.

Seminar ini mungkin hanyalah awal, tetapi langkah ini menunjukkan bahwa Mahulu serius menatap masa depan lingkungan. Bonifasius sendiri optimistis, pengelolaan sampah bukan sekadar masalah, tetapi peluang untuk membangun Mahulu yang lebih ramah lingkungan.

“Sampah adalah ujian kita hari ini, tetapi bagaimana kita mengelolanya akan menjadi warisan kita untuk generasi mendatang,” tutupnya penuh harap. (Jor/Mul/ADV/Pemkab Mahulu)

TAGGED:Bonifasius Belawan GehDinas Lingkungan Hidup MahuluFeasibility StudyPemkab MahuluPengelolaan Sampah
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dispora Kaltim Optimistis Jelang Prapopnas 2024, Realistis Capai Target
Next Article Mengembalikan Kejayaan Softball dan Baseball Kaltim: Langkah Awal Menuju PON XXII

Berita Undas

Data Sampah Samarinda Masih Berantakan, DPRD Desak Aplikasi BISA Segera Diluncurkan
Rabu, 3 Juni 2026
Tagihan Rp400 Miliar Belum Lunas, DPRD Samarinda Minta Pemkot Dahulukan Kontraktor Kecil
Rabu, 3 Juni 2026
PAD Teras Samarinda Baru Rp500 Juta, DPRD Minta Pengelolaan Dimaksimalkan
Rabu, 3 Juni 2026
Fraksi Golkar Kaltim Hadiri Paripurna Hak Angket, Datang Bukan Berarti Mendukung
Selasa, 2 Juni 2026
Pancasila Jadi Modal Sosial, Arie Wibowo Ajak Warga Bersatu Bangun Samarinda
Selasa, 2 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Pemdes Embalut Gandeng Dinas Pertanian Garap Lahan Bekas Tambang untuk Budidaya Jagung

2 Min Read
Pemerintahan

Pemkot Samarinda Lanjutkan Normalisasi SKM, 99 Bangunan Dibongkar

2 Min Read
Pemerintahan

Pj Gubernur Kaltim Puji Teras Samarinda, Ruang Publik Baru Disambut Antusias Warga

1 Min Read
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Markaca.
Advertorial

Pertamini di Ujung Tanduk, Antara Kemudahan dan Ancaman Keamanan

1 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?