By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialKutai TimurPemerintahan

Lewat ‘Cap Jempol Stunting,’ Kutim Bertekad Turunkan Angka Stunting Secara Signifikan

Redaksi
By Redaksi
Published: Rabu, 30 Oktober 2024
Share
Rapat koordinasi TPPS di Kutim (Foto: Istimewa)
SHARE

Kutim, Sekala.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) untuk mempercepat penurunan stunting kian gencar. Dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) pada Rabu (30/10/2024), Sekretaris TPPS, Achmad Junaidi B, yang mewakili Pjs Bupati Kutim, M Agus Hari Kesuma. Di forum tersebut, berbagai pihak berkumpul, membahas strategi kolaboratif guna memberantas stunting yang masih menjadi momok kesehatan di Kutim.

Dalam sambutannya, Pjs Bupati Kutim menyampaikan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mencapai hasil optimal dalam upaya penurunan stunting.

“Kita perlu sinergi yang kuat supaya regulasi ini bisa jadi pedoman utama, dari tingkat daerah hingga desa, untuk menurunkan angka stunting di Kutim,” ujarnya.

Tak hanya sambutan formal, rapat ini juga jadi ajang pengukuhan komitmen para pemangku kepentingan, termasuk Forkopimda, perangkat daerah, dan mitra kerja dari program Bangga Kencana serta Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Dengan semangat membara, mereka menargetkan Kutim bebas stunting demi tercapainya generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

Di sisi lain, Achmad Junaidi B yang juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), memperkenalkan inovasi program terbaru, yakni “Cap Jempol Stunting.” Program ini menyasar sosialisasi langsung di tingkat kecamatan dan desa, dengan fokus pada remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

“Lewat Cap Jempol Stunting, petugas lapangan bisa langsung berinteraksi dengan keluarga berisiko, memberi edukasi seputar gizi seimbang dan pola asuh sehat. Edukasi yang dekat seperti ini diharapkan mempercepat pemahaman masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting sejak dini,” jelas Achmad Junaidi.

Berbagai langkah strategis pun digodok dalam rapat ini. Fokusnya antara lain pada pemenuhan gizi seimbang untuk bayi dan ibu, program suplemen, fortifikasi gizi, hingga peningkatan akses sanitasi dan air bersih. Mereka sepakat bahwa pendekatan langsung dan terpadu sangat diperlukan.

Data berbasis e-PPGBM menunjukkan hasil menggembirakan, prevalensi stunting di Kutim yang awalnya 29 persen pada 2023 kini turun drastis menjadi 15,7 persen di September 2024. Data ini juga mengungkapkan penurunan signifikan pada jumlah keluarga berisiko stunting (KRS), dari 19.900 keluarga pada semester II 2023 menjadi 12.362 keluarga pada September 2024. Hal ini menjadi bukti awal dari efektivitas berbagai program intervensi di Kutim.

Tak kalah penting, jumlah anak yang mengalami stunting pun menurun, dari 1.801 pada Juni 2024 menjadi 1.748 pada akhir September 2024. Dari sisi wilayah, Kecamatan Muara Bengkal menjadi daerah dengan jumlah anak stunting tertinggi (224 anak), sedangkan Kecamatan Batu Ampar menjadi wilayah terendah dengan hanya 5 anak yang mengalami stunting. (Jor/Mul/ADV/Pemkab Kutim)

TAGGED:Achmad JunaidiCap Jempol StuntingDP2KB KutimPemkab KutimPenanganan StuntingTPPS
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Rapat Koordinasi bersama Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik. Strategi Kaltim Wujudkan Pilkada Damai 2024, Susun Antisipasi Gesekan Antarpendukung
Next Article Pemkab Mahulu Sambut Kunjungan Kerja BKKBN Kaltim, Fokus Tingkatkan Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi

Berita Undas

Gaji DPR Dilepas, Sahroni Pilih Jalur Donasi Terbuka
Selasa, 14 April 2026
Bahlil soal harga BBM bersubsidi: Tunggu waktunya saja
Rabu, 1 April 2026
Tidak Ada Pengadaan Mobil Dinas Baru Di Kutai Barat
Kamis, 26 Maret 2026
Estetika Terbaik: Keramik Batu Alam untuk Dinding Rumah
Kamis, 26 Maret 2026
Art Paris 2026: Bahasa dan Reparasi dalam Seni
Kamis, 26 Maret 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Lima Taekwondoin PPLPD Samarinda Siap Berlaga di Mataram

3 Min Read
Advertorial

Tuntaskan Sengketa Tanah, Kutai Timur Gelar Bimtek Administrasi Pertanahan untuk Tata Ulang Kepastian Hukum

3 Min Read
Advertorial

Kearifan Lokal Mahulu: Kunci Menjaga Harmoni Alam dan Kemajuan

3 Min Read
Advertorial

Dispora Kaltim Tekankan Pentingnya Jaga Kualitas Fasilitas Olahraga

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?