By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialKutai BaratPemerintahan

Kutai Barat Berhasil Pecahkan Rekor MURI Pada Puncak Dahau Sendawar 2025

Redaksi
By Redaksi
Published: Rabu, 5 November 2025
Share
SHARE

Kutai Barat, Sekala.id – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kembali berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan mengenakan Laungk atau Kesapuuq dan Tuduukng terbanyak, pada puncak perayaan Festival Dahau Sendawar 2025 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kubar.

Ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal dapat menjadi daya tarik wisata dan kebanggaan bersama. Semangat kebersamaan, gotong royong, serta rasa cinta terhadap adat istiadat menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan akbar tersebut. Acara berlangsung megah dan penuh semangat di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (5/11/2025).

Ribuan masyarakat tumpah ruah memenuhi area Taman Budaya Sendawar (TBS) sejak pagi hingga malam hari, menyaksikan beragam pertunjukan budaya, upacara seremonial, serta momen bersejarah.

Dan pada akhirnya, masyarakat Kubar berhasil memecahkan rekor MURI untuk penggunaan tutup kepala tradisional terbanyak.

Ribuan peserta pria secara serempak mengenakan Laungk atau Kesapuuq, sementara peserta perempuan tampil anggun dengan Tudung atau Tuduukng, dua elemen busana tradisional khas suku Dayak Benuaq dan Tunjung. Hal ini merupakan bagian penting dari identitas budaya yang mengakar Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Suasana di TBS tampak semarak dan penuh warna. Dari berbagai kecamatan dan kampung, warga datang dengan penuh antusias mengenakan busana adat mereka.

Tak hanya masyarakat umum, para pejabat daerah, perangkat pemerintah, pelajar, hingga tokoh adat dan pemuka masyarakat ikut ambil bagian dalam pemecahan rekor ini. Alunan musik tradisional dan tarian adat turut menyemarakkan kegiatan, menambah kebanggaan dan rasa syukur atas capaian luar biasa tersebut.

Momen bersejarah ini ditandai dengan penyerahan Piagam Rekor MURI oleh perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia kepada Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, didampingi oleh Wakil Bupati H. Nanang Adriani.

Dalam sambutannya, Bupati Frederick Edwin menyampaikan rasa bangganya atas kekompakan dan semangat masyarakat Kutai Barat yang telah menjadikan momen ini bukan sekadar rekor, tetapi juga simbol pelestarian budaya dan persatuan daerah.

“Hari ini kita bukan hanya mencetak rekor nasional, tetapi juga menunjukkan kepada Indonesia bahwa Kutai Barat memiliki warisan budaya yang luar biasa. Kesapuuq dan Tuduukng bukan sekadar penutup kepala, tetapi lambang jati diri, kebersamaan, dan kebanggaan masyarakat Dayak,” tutur Bupati.

Selain pemecahan rekor MURI, rangkaian acara juga diisi dengan pawai budaya, lomba kesenian tradisional, pameran UMKM, kuliner khas daerah, serta malam hiburan rakyat yang menghadirkan pertunjukan seni dari berbagai kecamatan. Festival Dahau 2025 sendiri merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Kutai Barat.

“Dengan pencapaian ini, Kutai Barat tidak hanya berhasil menorehkan sejarah di tingkat nasional, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah arus modernisasi,” pungkasnya. (Btr/Sekala/Adv)

TAGGED:Bupati KubarFestival Dahau SendawarFrederick EdwinHUT KubarRekor MURI
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Bupati Kutai Barat Apresiasi Keberagaman Suku Di Bumi Tanaa Purai Ngeriman
Next Article Ribuan Masyarakat Hadir Pada Malam Puncak HUT Kutai Barat ke 26 tahun 2025

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Desak Evaluasi Pencegahan Narkotika di Sekolah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Dorong Tes Urine Pelajar Digelar Berkala Usai 12 Siswa SMP Positif Narkoba
Rabu, 26 Agustus 2026
Ruang Publik Baru Samarinda Rampung, Jasno Dorong Segera Dioperasikan
Rabu, 26 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Pemerintahan

Andi Harun Kaget, Banjir Lembuswana Disebabkan oleh Ulah Tak Bertanggung Jawab

1 Min Read
Kepala DPMD Kukar, Arianto
Advertorial

DPMD Kukar Libatkan Desa dalam Penentuan Prioritas Pembangunan Posyandu

2 Min Read
Kutai Kartanegara

Ini Fokus Pemerintah Kukar dengan APBD-P 2023 Rp 11,8 Triliun

2 Min Read
Advertorial

BPK Soroti Pengelolaan Keuangan Kukar, Bupati Edi Minta OPD Berbenah

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?