By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
PemerintahanSamarinda

Ironi Parkir Samarinda: Jukir Liar Kutip Rp1 Juta per Minggu, Hanya Rp70 Ribu untuk Kas Daerah

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 9 Januari 2025
Share
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat melakukan sidak di kawasan Abul Hasan. (Foto: Istimewa)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Di balik kesibukan kawasan Abul Hasan, Samarinda, praktik parkir liar ternyata menyimpan kisah tak terduga. Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pada Rabu (8/1/2025), mengungkap sebuah ironi. Yakni bisnis parkir liar lebih menguntungkan daripada setoran resmi yang diwajibkan pemerintah.

Dalam sidak itu, Andi Harun menemukan fakta. Para juru parkir (jukir) liar di kawasan tersebut mampu meraup pendapatan hingga Rp1 juta per minggu. Namun, dari angka fantastis itu, hanya Rp70 ribu yang disetorkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sistem seharusnya memastikan bahwa setoran parkir disertai karcis resmi dan masuk ke kas daerah. Tapi di lapangan, transaksi tunai tanpa karcis masih terjadi. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Andi Harun.

Fenomena parkir liar ini bukan sekadar soal jukir yang mengabaikan aturan. Temuan ini menunjukkan ada yang lebih besar. Yakni potensi sistem yang “diakali” dari berbagai sisi.

“Kami diberi laporan bahwa sistem pengelolaan parkir sudah berjalan baik. Tapi fakta di lapangan justru berkata lain,” kata Andi Harun.

Dalam sistem yang sehat, jukir seharusnya menjadi kepanjangan tangan Dishub, mengikuti aturan dan prosedur yang ditetapkan. Namun, yang terjadi di Samarinda adalah kebalikannya. Jukir diduga menjalankan aturan sendiri, jauh dari transparansi dan akuntabilitas.

Bukan kali pertama masalah kebocoran PAD menjadi sorotan di Samarinda. Sidak ini seolah menjadi titik terang sekaligus peringatan bagi Dishub. Kebocoran pendapatan yang seharusnya masuk ke kas daerah menunjukkan bahwa ada celah besar dalam tata kelola parkir kota.

Andi Harun tak segan mengkritik sistem yang selama ini dianggap “bagus” oleh Dishub. Ia menyebut perlu adanya perombakan menyeluruh agar tidak ada lagi celah yang dimanfaatkan untuk praktik liar.

“Kita sering mendengar laporan yang bagus di atas kertas. Tapi, realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Inilah alasan kami perlu sidak, agar kebenaran bisa diungkap,” ujarnya.

Sidak ini membawa harapan akan perubahan. Andi Harun mendesak Dishub untuk segera mengambil langkah konkret. Ia meminta sistem parkir kota dibuat lebih transparan, dengan mekanisme akuntabel yang memastikan tidak ada ruang untuk kebocoran.

“Ke depan, tidak boleh ada lagi pengelolaan yang serampangan. Sistem harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan daerah, bukan individu atau kelompok tertentu,” tegasnya. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:Andi HarunDishub Kota SamarindaJuru Parkir LiarPendapatan Asli DaerahWali Kota Samarinda
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article PSSI Resmi Tunjuk Patrick Kluivert, Langkah Tepat atau Keputusan Prematur?
Next Article Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Korupsi LNG USD113 Juta: KPK Gali Fakta dari Ahok dan Mantan Pejabat Pertamina

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Desak Evaluasi Pencegahan Narkotika di Sekolah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Dorong Tes Urine Pelajar Digelar Berkala Usai 12 Siswa SMP Positif Narkoba
Rabu, 26 Agustus 2026
Ruang Publik Baru Samarinda Rampung, Jasno Dorong Segera Dioperasikan
Rabu, 26 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Pemerintahan

Kaltim Pasca Tambang: Menuju Masa Depan Berkelanjutan dengan Industri dan SDM

2 Min Read
Politik

Pemerintahan Baru Kaltim Siapkan Tim Transisi, Rusmadi Wongso Ditunjuk Sebagai Ketua

2 Min Read
Advertorial

Pemuda Kukar Bersiap Memasuki Dunia Kerja: Delapan Senjata Baru Melawan Pengangguran dan Kemiskinan

2 Min Read
Advertorial

Seno Aji Ajak Pemuda Kaltim Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?