By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
PemerintahanSamarinda

Distribusi Jadi Faktor Kenaikan Harga, Pemprov Kaltim Pastikan Stok Tetap Tersedia

Redaksi
By Redaksi
Published: Sabtu, 23 Mei 2026
Share
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok penting di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai merangkak naik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memastikan kondisi itu bukan dipicu kelangkaan barang, melainkan meningkatnya biaya distribusi setelah harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan stok kebutuhan pokok di wilayah Kaltim sejauh ini masih aman. Pemprov juga terus memantau pergerakan harga dan distribusi barang di pasar.

Menurutnya, komoditas yang sudah memiliki ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) tetap wajib dijual sesuai aturan pemerintah, termasuk beras dan minyak goreng.

“Komoditas yang sudah ada HET-nya tidak boleh dijual di atas ketentuan. Itu aturan yang harus dipatuhi,” kata Heni saat dihubungi, Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga di tingkat pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi ongkos pengiriman barang yang ikut naik seiring meningkatnya harga BBM. Biaya bahan bakar disebut menjadi salah satu komponen utama dalam distribusi bahan pokok ke berbagai daerah di Kaltim.

“Pedagang dan distributor juga sudah menyampaikan kalau biaya distribusi ikut naik karena BBM,” ujarnya.

Heni menegaskan, kondisi tersebut berbeda dengan situasi kelangkaan barang. Pasokan kebutuhan pokok disebut masih tersedia dan distribusi tetap berjalan.

“Bukan karena barang langka, tapi memang ada kenaikan pada komponen biaya transportasi,” katanya.

Untuk menekan dampak kenaikan harga, Pemprov Kaltim mengimbau distributor dan pedagang memanfaatkan BBM subsidi, khususnya solar subsidi, agar distribusi kebutuhan pokok tetap terjangkau.

“Kami sudah mengedukasi distributor dan pedagang supaya distribusi bahan pokok bisa tetap berjalan dengan memanfaatkan solar subsidi,” ucapnya.

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, Pemprov Kaltim mencatat tren inflasi awal Mei 2026 justru mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Kondisi itu dinilai menjadi indikator pengendalian harga dan pasokan masih cukup terkendali.

“Inflasi awal Mei turun dibanding awal April. Artinya pengendalian harga dan ketersediaan pasokan berjalan cukup baik,” jelas Heni.

Salah satu komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga ialah daging sapi. Heni menyebut kebutuhan daging sapi di Kaltim masih banyak dipasok dari luar daerah sehingga biaya distribusi sangat memengaruhi harga jual.

“Kebutuhan daging sapi kita masih bergantung dari luar daerah. Jadi ada kenaikan harga, tapi bukan karena stok kosong,” katanya.

Sementara untuk daging ayam, Kaltim disebut sudah mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan dari produksi lokal.

“Kalau ayam, sekitar 80 sampai 90 persen sudah bisa dipenuhi dari produksi Kaltim sendiri,” ujarnya.

Pemprov juga mulai mendorong masyarakat mempertimbangkan produk daging beku sebagai alternatif karena harganya dinilai lebih stabil dibanding daging segar.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan di pasar tradisional mulai ramai menjelang Iduladha. Boy, salah seorang pedagang di Pasar Segiri Samarinda, mengaku stok dagangannya masih aman meski ada kenaikan harga pada beberapa komoditas.

“Stok masih tersedia. Pembeli juga paham kalau ada kenaikan harga sedikit. Alhamdulillah, lapak tetap ramai,” tuturnya. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:DPPKUKM KaltimHarga BapoktingHeni PurwaningsihPemprov Kaltim
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Cari Desa Wisata Terbaik, Dispar Kaltim Mulai Validasi Lapangan 10 Finalis
Next Article PPDB Samarinda Kembali Disorot, DPRD Minta Sistem Lebih Terbuka dan Adil

Berita Undas

DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Kawasan Pergudangan Sutami: Jangan Tunggu Jalan Rusak Lagi
Rabu, 7 Oktober 2026
Suparno Minta Pencegahan Stunting Tak Berhenti di Paket Susu, Harus Dikawal sampai RT
Rabu, 7 Oktober 2026
Banjir Sambutan-Selili Tak Cukup Diatasi dengan Drainase, DPRD Usul Kolam Retensi
Rabu, 7 Oktober 2026
DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah
Kamis, 27 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Pemkab Kutim Luncurkan KKPD, Dorong Transparansi dan Efisiensi Anggaran

3 Min Read
Advertorial

Salehuddin: APBD Kaltim Melonjak, Sarana Prasarana Harus Jadi Prioritas

2 Min Read
Parlemen

DPRD Kaltim Desak Kepastian Pemasangan Fender Jembatan Mahakam I, Target Terpasang Akhir Tahun

2 Min Read
Pendidikan agama di SMKN 1 Sebulu.
Advertorial

Desa Sebulu Modern Serius Cetak SDM Unggul, dari TPA hingga Wirausaha

1 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?