By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

PJJ Saat Udara Memburuk, DPRD Samarinda Ingatkan Siswa Rentan Tertinggal

Redaksi
By Redaksi
Published: Rabu, 28 Oktober 2026
Share
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Tepian akibat buruknya kualitas udara tak serta-merta membuat seluruh siswa bisa belajar dengan nyaman. Di balik upaya melindungi kesehatan anak, keterbatasan perangkat dan jaringan internet masih menjadi kendala yang perlu diperhatikan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai keberhasilan PJJ tidak cukup dilihat dari terlaksananya pembelajaran secara daring. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap siswa tetap mendapatkan materi pelajaran, termasuk mereka yang tidak memiliki fasilitas penunjang.

Persoalan itu ditemukannya saat memantau sejumlah sekolah di Kecamatan Sambutan. Menurutnya, kondisi siswa tidak seragam. Ada yang dapat mengikuti pembelajaran melalui laptop dan internet, tetapi ada pula yang kesulitan karena tidak memiliki ponsel pintar maupun akses jaringan yang memadai.

“Kalau ngomong ini efektif atau tidak, secara umum efektif. Tapi kalau kita lihat kasus per kasus, ada anak-anak yang tidak memiliki akses untuk itu,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Ia juga melihat penggunaan teknologi dalam pembelajaran belum tentu menjangkau seluruh siswa. Ketika guru menyampaikan materi dan memberikan tugas secara daring, anak didik yang memiliki keterbatasan perangkat berisiko tidak memperoleh pengalaman belajar yang sama.

“Tidak semua memiliki akses HP atau internet, atau mungkin gurunya tidak punya laptop. Nah, itu kan jadi masalah,” katanya.

Karena itu, Sri Puji mengingatkan agar pelaksanaan PJJ tidak berhenti pada pemberian tugas kepada siswa. Penjelasan materi dari guru tetap diperlukan supaya anak-anak dapat memahami pelajaran, bukan sekadar menyelesaikan tugas selama berada di rumah.

Meski demikian, ia memahami kebijakan tersebut diambil dalam situasi yang membutuhkan perhatian khusus. Kualitas udara yang memburuk menjadi pertimbangan penting agar siswa tidak terus terpapar kondisi yang berpotensi mengganggu kesehatan.

“Ini ‘kan keadaan luar biasa. Dengan kondisi udara yang buruk, enggak mungkin kita membiarkan anak-anak kita terpapar sampai kesehatannya terganggu,” tuturnya.

Sri Puji berharap masa PJJ tidak berlangsung terlalu lama. Ketika pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan, guru diharapkan dapat memberikan penguatan materi untuk membantu siswa mengejar ketertinggalan selama belajar dari rumah.

Dalam pemantauannya, ia juga mendapati perbedaan pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Saat berkunjung ke SMP Negeri 23 Samarinda, para siswa terlihat tetap hadir di sekolah, sementara sejumlah sekolah dasar yang dipantaunya telah menerapkan PJJ.

Menurutnya, perlindungan kesehatan dan pemenuhan hak belajar siswa perlu berjalan beriringan. Ia berharap kebijakan tersebut hanya berlangsung selama kondisi memang mengharuskannya.

“Harapannya PJJ-nya sebentar saja,” pungkasnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:DPRD Kota SamarindaPembelajaran Jarak JauhSri Puji Astuti
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article DPRD Samarinda Minta APBD Tak Beri Insentif ke Pengembang Komersial
Next Article TPA Zona 3 Disiapkan, DPRD Samarinda Minta Pengelolaan Sampah Dibenahi dari Hulu

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingatkan Imbauan Hotel BUMD Jangan Batasi Peluang Swasta
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Desak Kompensasi Lahan Warga Jalan Merdeka Segera Dituntaskan
Kamis, 29 Oktober 2026
TPA Zona 3 Disiapkan, DPRD Samarinda Minta Pengelolaan Sampah Dibenahi dari Hulu
Kamis, 29 Oktober 2026
PJJ Saat Udara Memburuk, DPRD Samarinda Ingatkan Siswa Rentan Tertinggal
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Minta APBD Tak Beri Insentif ke Pengembang Komersial
Kamis, 29 Oktober 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Samarinda

Pelindo Tepis Tuduhan Ilegal, Warga Tegaskan Aksi Tolak Pandu Bukan oleh Preman

3 Min Read
Advertorial

Buku ‘Mengayuh Waktu Membangun Kukar’, Sebuah Karya Membangun Edi Damansyah

2 Min Read
Politik

Isran-Hadi Bentuk Tim Khusus Antipolitik Uang Jelang Pilgub Kaltim 2024

3 Min Read
Advertorial

Ramadhan Keren di Kota Bangun, Safari Spiritual bersama Wakil Bupati dan Ulama Terkemuka

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?