By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah

Redaksi
By Redaksi
Published: Senin, 24 Agustus 2026
Share
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Upaya meningkatkan kepesertaan program Keluarga Berencana (KB) di Samarinda dinilai perlu dimulai sebelum pasangan memasuki kehidupan rumah tangga. DPRD Kota Samarinda mendorong edukasi mengenai perencanaan keluarga diberikan sejak calon pengantin agar keputusan terkait kehamilan, jumlah anak, hingga jarak kelahiran dapat dipahami sejak awal.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai pendekatan kepada masyarakat selama ini masih menghadapi tantangan. Sosialisasi yang dilakukan melalui posyandu, menurutnya, belum otomatis mendorong masyarakat untuk menjadi peserta KB.

“Menjaring masyarakat agar mau ber-KB memang tidak mudah. Sosialisasi sudah dilakukan di setiap posyandu, tetapi belum tentu membuat mereka tertarik mengikuti program KB,” ujar Puji, belum lama ini.

Karena itu, ia melihat calon pengantin atau catin sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih dalam sosialisasi program tersebut. Edukasi dapat diberikan sebelum pasangan menikah sehingga mereka memiliki pemahaman mengenai perencanaan kehamilan serta pilihan kontrasepsi yang tersedia.

Menurut Puji, penyampaian informasi mengenai KB juga tidak cukup dilakukan sekali. Edukasi perlu mengikuti masyarakat dalam berbagai titik layanan kesehatan, mulai dari sebelum pernikahan hingga ketika pasangan telah berkeluarga.

“Seharusnya edukasi dimulai sejak calon pengantin. Ketika mereka datang ke posyandu maupun puskesmas, termasuk saat akan menikah, informasi tentang KB sudah harus diberikan,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu mengetahui bahwa kontrasepsi memiliki beragam pilihan. Metode yang tersedia tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mencakup metode kontrasepsi jangka panjang.

Pemahaman terhadap pilihan tersebut dinilai penting agar pasangan dapat menentukan metode yang sesuai dengan kondisi mereka. Dengan begitu, perencanaan jumlah anak dan jarak kehamilan dapat dilakukan secara lebih matang.

Selain persoalan edukasi, Puji turut menyoroti pelaksanaan program KB gratis di daerah. Ia menjelaskan, program tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sementara pelaksanaan di tingkat daerah menjadi tanggung jawab Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Samarinda.

“Program KB gratis itu berasal dari pemerintah pusat melalui BKKBN. Sedangkan DP2KB bertugas sebagai pelaksana di daerah,” jelasnya.

Dukungan pemerintah pusat tersebut mencakup penyediaan alat kontrasepsi hingga insentif. Namun, Puji menduga belum tersalurkannya sebagian dukungan dapat berpengaruh terhadap pelaksanaan program KB di daerah.

Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti perkembangan penyaluran dukungan tersebut. Karena itu, persoalan pelaksanaan program tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi di lapangan.

Sementara itu, mengenai dukungan program melalui pokok-pokok pikiran DPRD, Puji mengatakan pengalokasiannya harus menyesuaikan prioritas pembangunan. Menurutnya, banyak aspirasi masyarakat yang masuk sehingga kebutuhan anggaran harus disesuaikan dengan skala prioritas.

“Kalau saya bisa tentu ingin membantu. Namun sekarang harus melihat mana yang menjadi prioritas, karena aspirasi yang masuk sangat banyak,” pungkasnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:DPRD Kota SamarindaKeluarga BerencanaSri Puji Astuti
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article DPRD Samarinda Desak Evaluasi Pencegahan Narkotika di Sekolah
Next Article DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Desak Evaluasi Pencegahan Narkotika di Sekolah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Dorong Tes Urine Pelajar Digelar Berkala Usai 12 Siswa SMP Positif Narkoba
Rabu, 26 Agustus 2026
Ruang Publik Baru Samarinda Rampung, Jasno Dorong Segera Dioperasikan
Rabu, 26 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Politik

Tidar Samarinda Dorong Kelanjutan Kepemimpinan Andi Harun-Saefudin Zuhri

2 Min Read
Pemerintahan

Dengan Kartu Khusus, Samarinda Pastikan LPG 3 Kg Hanya untuk yang Berhak

2 Min Read
Advertorial

DPRD Samarinda Soroti Anak-anak Perkebunan yang Hidup Tanpa Akses Pendidikan

3 Min Read
Coffee Morning Maratua Run 2025 di VIP Room Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Jumat (3/1/2025).(IST)
Pemerintahan

Hadiah Rp100 Juta Menanti, Maratua Run 2025 Siap Jadi Magnet Wisata Baru di Kaltim

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?