Samarinda, Sekala.id – Sejumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Samarinda dilaporkan padam hingga hampir satu bulan. Persoalan itu tidak hanya ditemukan di kawasan pinggiran, tetapi juga menyasar sejumlah ruas jalan di pusat kota yang laporan kerusakannya telah disampaikan masyarakat kepada DPRD Samarinda.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, mengatakan laporan mengenai LPJU yang tidak berfungsi sudah diterima pihaknya sejak beberapa waktu lalu. Namun, sejumlah titik yang dikeluhkan warga belum juga mendapat penanganan.
“Masyarakat sudah cukup lama menyampaikan keluhan kepada kami. Ada lampu yang matinya bukan baru sehari atau dua hari, bahkan beberapa titik sudah hampir satu bulan,” ujar Jasno, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pemeliharaan fasilitas penerangan jalan perlu menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda. Sebab, lampu jalan yang telah terpasang semestinya tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi juga diikuti pemeriksaan dan perawatan secara berkala.
Keluhan serupa disebut terjadi di sejumlah ruas dalam wilayah perkotaan. Jasno menyebut Jalan S Parman, Jalan Pahlawan, dan Jalan Dr Sutomo sebagai beberapa lokasi yang mengalami gangguan penerangan. Di Kecamatan Palaran, sejumlah titik juga masih ditemukan dalam kondisi gelap.
Dia menilai kerusakan LPJU tidak selalu harus diselesaikan dengan menunggu pengadaan lampu atau perangkat baru. Menurutnya, petugas perlu terlebih dahulu memeriksa kondisi di lapangan karena gangguan penerangan bisa disebabkan berbagai faktor.
“Pemeliharaan harus berjalan, termasuk pengawasan dan perbaikan. Jangan sampai ada titik yang kondisinya sudah lama seperti itu, tetapi tidak segera ditangani,” katanya.
Karena itu, Jasno meminta bidang sarana dan prasarana LPJU di Dishub Samarinda lebih aktif menindaklanjuti laporan warga. Pemeriksaan secara langsung dinilai penting agar sumber persoalan dapat segera diketahui dan diperbaiki.
Sorotan tersebut terutama diarahkan pada kondisi LPJU di ruas-ruas perkotaan. Jasno mempertanyakan masih adanya lampu padam di kawasan pusat kota, sementara sejumlah titik di wilayah pinggiran juga belum tertangani.
“Kalau di tengah kota saja masih ada lampu yang padam, apalagi kita bicara wilayah pinggiran. Harus segera dicek, apakah ada korsleting atau persoalan lain. Dinas terkait perlu turun dan melakukan cross-check,” tegasnya.
Di sisi lain, Jasno turut menyinggung rencana program Samarinda Terang yang disebut akan dijalankan tahun depan. Ia menilai program tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk menunda perbaikan terhadap LPJU yang sudah tersedia tetapi mengalami kerusakan.
Menurutnya, pembenahan fasilitas yang telah ada perlu dilakukan terlebih dahulu agar penerangan jalan yang sudah dibangun tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Kalau memang program Samarinda Terang baru berjalan tahun depan, tidak perlu menunggu sampai saat itu. Lampu yang sudah terpasang dan sekarang mati, ya diperbaiki dulu,” pungkasnya. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)