Samarinda, Klausa.co – Atmosfer riuh menyelimuti Auditorium Hotel Claro Pandurata Samarinda, pada Minggu (17/5/2026) malam. Mengenakan jersei oranye khas Borneo FC, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, tampak membaur tanpa sekat. Bersama sang istri, Sarifah Suraidah, pria yang akrab disapa Harum ini memilih duduk lesehan di tengah ratusan Pusamania untuk nonton bareng (nobar) laga tandang Pesut Etam kontra Persijap Jepara.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini itu berakhir antiklimaks dengan skor kacamata 0-0. Meski tambahan waktu enam menit diberikan wasit, jala gawang Persijap gagal bergetar.
”Ah, sayang sekali. Seharusnya tadi gol. Target kita sebenarnya dua gol,” canda Rudy Mas’ud, mencairkan suasana usai laga usai.
Meski gagal memetik poin penuh di Jepara, senyum bangga tetap mengembang di wajah orang nomor wahid Benua Etam tersebut. Pasalnya, Borneo FC sudah mengunci posisi runner-up di BRI Super League musim 2025/2026. Hasil yang memastikan klub kebanggaan Samarinda ini melenggang ke kompetisi antarklub Asia.
”Tapi kita tetap tampil di Liga Asia, ya,” imbuhnya bangga.
Momen nobar ini tidak sekadar menjadi ajang dukung-mendukung. Di sela-sela rehat pertandingan, Gubernur Harum langsung dihadapkan pada aspirasi riil dari suporter. Mario, salah satu dedengkot Pusamania, memanfaatkan momen itu untuk mengadukan kondisi infrastruktur Stadion Segiri Samarinda.
Menurut Mario, pencahayaan markas Pesut Etam tersebut saat ini hanya berkisar di angka 900 lux. Angka ini dinilai mepet untuk standar liga (minimal 800 lux), dan jelas jauh dari syarat minimal kompetisi internasional di bawah naungan AFC/AFF yang mewajibkan kekuatan lampu minimal 1.200 lux. Jika tidak dibenahi, Borneo FC terancam terusir dari rumah sendiri saat menjamu klub-klub Asia.
”Kalau hotel yang 18 tahun tidur ini saja bisa kita hidupkan (merujuk pada Hotel Claro), kenapa hanya lampu Stadion Segiri tidak bisa?” tegasnya disambut riuh suporter.
Gubernur berkomitmen akan segera melakukan koordinasi kilat dengan instansi terkait. Targetnya, pembenahan lampu Stadion Segiri harus rampung sebelum Juli 2026, agar masyarakat Samarinda bisa menyaksikan langsung klub kesayangannya berlaga di kompetisi Asia tanpa harus musafir ke stadion lain. (Kal/El/Sekala)