Samarinda, Sekala.id – Keterbatasan akses air bersih masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kota Samarinda. Warga di kawasan Bendang, Kecamatan Samarinda Ulu jadi contoh. Kondisi ini bahkan memaksa sebagian warga memanfaatkan bekas lubang tambang sebagai sumber air alternatif.
Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menyebut kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan harus segera ditangani oleh pemerintah bersama Perumdam Tirta Kencana Samarinda.
“Ada aspirasi dari warga di Bendang terkait pemanfaatan lubang tambang sebagai sumber air. Namun selanjutnya, Perumdam tetap harus hadir untuk menjangkau wilayah-wilayah tersebut secara menyeluruh,” katanya, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, penggunaan air dari bekas tambang hanya bersifat sementara dan tidak dapat menggantikan kebutuhan air bersih yang layak dan berkelanjutan, terutama untuk kebutuhan rumah tangga.
Selain itu, DPRD juga menyoroti belum stabilnya distribusi air di sejumlah wilayah lain. Meski jaringan perpipaan sudah tersedia, aliran air dinilai belum maksimal sehingga belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Ronal menegaskan perlunya langkah konkret berupa pemetaan wilayah prioritas dan percepatan pembangunan infrastruktur agar layanan air bersih bisa merata.
DPRD berharap percepatan ini dapat memastikan seluruh warga Samarinda menikmati akses air bersih dalam waktu yang lebih singkat tanpa harus bergantung pada sumber air alternatif yang belum tentu aman.
“Perluasan jaringan dan peningkatan kualitas air harus berjalan beriringan agar masyarakat benar-benar mendapatkan layanan yang layak,” tutupnya. (Jor/El/AdV/DPRD Samarinda)