By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

Bom Waktu Demografi 2030 Mengintai Samarinda, DPRD Soroti Minimnya Anggaran KB

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 30 April 2026
Share
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. (Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – DPRD Kota Samarinda mengingatkan ancaman serius lonjakan penduduk pada 2030. Minimnya anggaran program Keluarga Berencana (KB) dalam APBD 2026 dinilai bisa mempercepat krisis layanan publik jika tidak segera dibenahi. Komisi IV DPRD Samarinda menilai, pengendalian penduduk yang setengah hati hari ini bisa berujung pada tekanan besar terhadap keuangan daerah di masa depan.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa rendahnya alokasi anggaran untuk program KB dalam APBD 2026 menjadi sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan.

“Kalau terjadi ledakan penduduk di 2030, APBD kita bisa jebol. Bebannya akan merembet ke mana-mana, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga lapangan kerja,” ujar Anhar, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, lonjakan jumlah penduduk akan berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan layanan dasar. Mulai dari fasilitas kesehatan, jaminan sosial, hingga penyediaan lapangan kerja. Namun, kapasitas fiskal daerah diperkirakan tidak akan mampu mengejar laju kebutuhan tersebut jika tidak diantisipasi sejak sekarang.

Tak hanya soal anggaran, DPRD juga menyoroti lemahnya implementasi program di lapangan. Salah satunya program Kampung KB yang dinilai belum berjalan optimal.

Data tahun 2023 menunjukkan, dari 20 Kampung KB yang telah ditetapkan, hanya lima yang aktif menjalankan kegiatan. Sisanya, disebut lebih banyak bersifat administratif tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

“Banyak yang hanya sebatas formalitas. Ada plang, tapi tidak ada aktivitas yang benar-benar dirasakan warga,” tegasnya.

Kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan program. DPRD menilai, tanpa evaluasi menyeluruh, program pengendalian penduduk berpotensi hanya menjadi rutinitas birokrasi tanpa hasil signifikan.

Karena itu, DPRD mendorong pemerintah kota untuk merumuskan ulang strategi pengendalian penduduk. Program yang dijalankan harus lebih terukur, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Jika tidak, Samarinda berisiko menghadapi dampak bom waktu yang berlapis. Mulai lonjakan penduduk yang tidak terkendali, layanan publik yang kewalahan, serta beban fiskal yang kian berat menuju 2030. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:AnharDPRD Kota SamarindaKeluarga Berencana
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Warga Bendang Andalkan Air Bekas Tambang, DPRD Desak Perumdam Perluas Layanan
Next Article DPRD Samarinda Minta DPR RI Dapil Kaltim Perjuangkan Perbaikan Jalan Paser

Berita Undas

Tanjung Isuy Tunjukkan Kekuatan Budaya dan Alam Kubar
Selasa, 16 Juni 2026
Seabad MSF Kalimantan Jadi Ruang Refleksi Misi, Evaluasi Pelayanan
Selasa, 16 Juni 2026
TKA Samarinda Lampaui Rata-rata Nasional, DPRD Minta Sekolah Bermasalah Dipetakan
Senin, 15 Juni 2026
Pemkab Ajukan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 ke DPRD Kubar
Senin, 15 Juni 2026
Grand Final Kanda Dinda Menjadi Wadah Generasi Muda Untuk Melestarikan Warisan Budaya Daerah
Senin, 15 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Pemerintahan

Gubernur Baru Kaltim Segera Dilantik, Pisah Sambut Bakal Digelar Saat Ramadan

2 Min Read
Advertorial

Susun Strategi Aksi Nyata, Mahulu Targetkan MRI dan IEPK Naik ke Level 3 Tahun Ini

2 Min Read
Advertorial

Kecamatan Tenggarong Tampung 1.100 Usulan Warga, Musrenbang Jadi Ruang Strategis Tata Pembangunan

2 Min Read
Berlangsungnya kejuaran Bola Basket 3 on 3 Piala Gubernur Kaltim 2024 di Atrium Bigmall Samarinda, dari 30 Oktober 2024 hingga 3 November 2024.
Advertorial

Sukses! Kejuaraan Basket 3 on 3 Piala Gubernur Kaltim 2024 Tunjukkan Potensi Atlet Muda Kaltim

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?