Kutai Barat, Sekala.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Hal ini dilaksanakan guna membenahi tata kelola kerja sama publikasi media agar lebih tertib, transparan, dan sesuai regulasi.
Kepala Diskominfo Kubar, Yuli Permata Mora, mengatakan FGD ini sengaja dipercepat sebelum libur Lebaran agar proses penataan kerja sama media tidak tertunda.
“Saya maunya habis Lebaran. Tetapi saya pikir daripada kita libur, ini belum selesai, maka kita duduk bersama hari ini,” ujarnya saat membuka kegiatan FGD, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, forum tersebut menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam memastikan data media yang beroperasi di Kubar tersusun dengan baik, mulai dari aspek kelembagaan, legalitas, hingga kelengkapan administrasi.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar bagi Diskominfo dalam melakukan verifikasi serta penerbitan dokumen media sebelum menjalin kerja sama publikasi dengan pemerintah daerah.
“Melalui forum ini, kami berharap memperoleh data dan informasi yang akurat terkait media yang beraktivitas di Bumi Tanaa Purai Ngeriman, baik dari sisi legalitas, usaha media, hingga administrasinya,” beber Kadiskominfo Kubar.
Yuli menegaskan, hasil pendataan ini juga akan digunakan dalam penyusunan dokumen perencanaan kerja sama, termasuk Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan spesifikasi teknis dalam pengadaan jasa publikasi.
“Semua kegiatan pengadaan, termasuk relasi media, harus menggunakan KAK. Tahapan inilah yang mulai kita lakukan hari ini sebagai proses awal,” urainya.
Kadiskominfo Kubar pun meminta dukungan PWI dan SMSI sebagai organisasi pers untuk membantu memastikan media yang terdata telah memenuhi standar profesionalitas, legalitas, serta praktik jurnalistik yang baik.
“Kami sangat berharap dukungan dari PWI dan SMSI untuk bersama-sama memastikan media yang ada benar-benar memenuhi standar,” tutur Yuli Permata Mora.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, organisasi pers, dan perusahaan media, Diskominfo optimistis kerja sama publikasi ke depan akan berjalan lebih profesional dan memberikan manfaat maksimal dalam penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Ia juga menambahkan, FGD ini juga menjadi ruang diskusi yang konstruktif untuk menyamakan persepsi serta melakukan klarifikasi data terkait kerja sama media.
“Kami berharap forum ini menjadi wadah yang produktif untuk saling memberi masukan dan menyamakan persepsi,” pungkasnya.(Btr/Sekala)