Jakarta, Sekala.id – Di tengah sorotan publik terhadap transparansi pejabat, Ahmad Sahroni mengambil langkah tak biasa. Sultan Priok itu melepas seluruh gaji dan tunjangannya sebagai anggota DPR untuk didonasikan secara terbuka saban bulan.
Langkah Ahmad Sahroni menarik perhatian. Bukan sekadar janji politik, ia memilih memotong langsung sumber pemasukan utamanya sebagai legislator Senayan yang terdiri dari gaji dan tunjangan, untuk dialihkan ke masyarakat.
Sejak April 2026, Sahroni mulai menyalurkan seluruh pendapatannya melalui platform donasi Kitabisa. Cara ini dipilih bukan tanpa alasan. Transparansi menjadi sasaran utamanya.
Di halaman donasi yang dia gunakan, tercatat angka Rp67.720.950. Nilai itu adalah total yang ia terima sebagai wakil rakyat.
“Mulai bulan ini sudah saya donasikan semuanya melalui Kitabisa agar transparan,” kata Sahroni.
Keputusan ini sekaligus menjawab skeptisisme publik terhadap komitmen pejabat. Alih-alih menggunakan jalur distribusi internal atau yayasan pribadi, Sahroni membuka akses publik untuk memantau langsung aliran dana tersebut.
Politikus NasDem menegaskan, langkah ini akan terus berlanjut, bukan aksi satu kali untuk konsumsi publik. Selama menjabat hingga 2029, skema donasi bulanan itu akan tetap dijalankan.
“Tidak ada satu rupiah pun yang saya pakai untuk pribadi dari pemasukan DPR,” ujarnya.
Yang menarik, Sahroni tidak ikut campur dalam penyaluran akhir dana. Semua mekanisme distribusi diserahkan ke Kitabisa, termasuk penentuan penerima manfaat. (Jor/El/Sekala)