By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialKutai TimurPemerintahan

Seminar Perlindungan Perempuan: Bangun Mental Kuat, Hadapi Tantangan Hidup dengan Self-Compassion

Redaksi
By Redaksi
Published: Rabu, 30 Oktober 2024
Share
Suasana Seminar Pentingnya Self-Compassion (Menghadapi Tekanan dan Tantangan Hidup) Bagi Kesehatan Mental Perempuan.
Suasana Seminar Pentingnya Self-Compassion (Menghadapi Tekanan dan Tantangan Hidup) Bagi Kesehatan Mental Perempuan. (Foto: Ist)
SHARE

Kutim, Sekala.id – Suasana hangat menyelimuti Ruang Meranti di Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim) saat puluhan perempuan berkumpul pada Rabu (30/10/2024) untuk mengikuti seminar sehari bertajuk “Pentingnya Self-Compassion (Menghadapi Tekanan dan Tantangan Hidup) Bagi Kesehatan Mental Perempuan.” Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim, dengan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPPPA, Tuti Suprihatin, membuka jalannya kegiatan.

Dalam pidatonya, Tuti Suprihatin memberikan pesan yang menggugah. Ia menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental perempuan sebagai bagian dari perlindungan hak asasi yang lebih luas. Bukan sekadar acara biasa, seminar ini menjadi panggung bagi perempuan Kutim untuk menyuarakan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari, terutama dari aspek kekerasan dan diskriminasi.

“Kita tidak hanya berbicara tentang angka, tapi tentang manusia di balik statistik itu. Perlindungan perempuan adalah tentang memberikan ruang bagi mereka untuk hidup tanpa ketakutan,” tegas Tuti, dengan penuh semangat.

Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, menurutnya, menjadi senjata penting dalam perjuangan ini. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana mengatasi ketakutan yang membuat banyak korban enggan melapor, terutama jika pelakunya adalah orang terdekat.

Tuti mengungkapkan bahwa data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) menunjukkan angka kekerasan terhadap perempuan di Kutim masih cukup tinggi. Sayangnya, banyak korban, khususnya ibu rumah tangga, lebih memilih diam karena khawatir kehilangan sumber penghidupan atau menghadapi stigma sosial.

“Ketika pelakunya adalah suami atau keluarga dekat, ada beban berat yang dirasakan korban untuk melapor. Kekhawatiran akan kehilangan dukungan ekonomi menjadi salah satu alasan,” kata Tuti dengan nada prihatin.

Melalui seminar ini, ia berharap para perempuan yang hadir, khususnya ibu-ibu rumah tangga, dapat membangun self-compassion sebagai benteng diri. Seminar ini tidak hanya tentang teori; ini adalah ruang untuk memahami bahwa perempuan berhak merasa aman dan memiliki tempat untuk berbagi tekanan hidup mereka.

“Kami berharap, kegiatan ini mampu menginspirasi peserta dan masyarakat untuk lebih berani melaporkan kasus kekerasan yang dialami. Mari kita bangun keberanian dan kesadaran bersama demi masa depan yang lebih baik bagi perempuan di Kutai Timur,” pungkas Tuti penuh harapan. (Kal/Mul/ADV/Pemkab Kutim)

TAGGED:DPPPA KutimPemkab KutimTuti Suprihatin
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pertandingan Kejuaran Bola Basket 3×3 Piala Gubernur Kaltim 2024 di Atrium Bigmall Samarinda, Jalan Untung Suropati, Karang Asam Ulu, Sungai Kunjang, Samarinda pada Rabu (30/10/2024) sore. 225 Tim Ramaikan Kejuaraan Basket 3×3 Piala Gubernur Kaltim, Ajang Pembuktian dan Pembinaan Masa Depan
Next Article Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading Dispora Kaltim Pasang Target Tinggi di Pra Popnas 2024: Optimis Juara Satu dan Dua

Berita Undas

Gaji DPR Dilepas, Sahroni Pilih Jalur Donasi Terbuka
Selasa, 14 April 2026
Bahlil soal harga BBM bersubsidi: Tunggu waktunya saja
Rabu, 1 April 2026
Tidak Ada Pengadaan Mobil Dinas Baru Di Kutai Barat
Kamis, 26 Maret 2026
Estetika Terbaik: Keramik Batu Alam untuk Dinding Rumah
Kamis, 26 Maret 2026
Art Paris 2026: Bahasa dan Reparasi dalam Seni
Kamis, 26 Maret 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Pemerintahan

Samarinda Dihantui Ancaman Banjir dan Longsor, Andi Harun Himbau Warga Waspada

2 Min Read
Advertorial

Dispora Kaltim Tekankan Pentingnya Jaga Kualitas Fasilitas Olahraga

2 Min Read
Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik.
Pemerintahan

Penjabat Gubernur Kaltim Tinjau Ruas Jalan Nasional, Fokus Perbaikan Infrastruktur di Pedalaman

2 Min Read
Advertorial

Kutai Timur Terus Genjot Pemasangan PJU untuk Ciptakan Keamanan dan Kenyamanan Warga

3 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?