By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialKutai Kartanegara

Rumput Laut Gracilaria, Bisnis Menguntungkan di Desa Salo Palai

Redaksi
By Redaksi
Published: Sabtu, 14 Oktober 2023
Share
Ilustrasi (Foto: Ist)
SHARE

Kukar, Sekala.id – Warga Desa Salo Palai, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai beralih profesi menjadi pembudidaya rumput laut jenis Gracilaria. Bisnis ini ternyata cukup menggiurkan karena mampu menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah per bulan.

Salah satu pelaku usaha rumput laut di desa tersebut adalah Ramlan. Ia mengatakan, saat ini sudah ada 26 warga yang ikut bergabung dalam kelompok pembudidaya ikan Salo Sumbala Sejahtera yang dipimpinnya.

“Kami mengelola lahan rumput laut seluas 102 hektare di Salo Palai. Saya sendiri sudah mulai usaha ini sejak 2017 karena saya lihat prospeknya bagus dan caranya juga tidak sulit,” ujar Ramlan.

Menurut Ramlan, setiap hektare lahan rumput laut bisa menghasilkan satu ton panen per bulan. Dari jumlah itu, ia bisa mendapatkan omzet sekitar Rp5 juta. Setelah dikurangi biaya operasional sekitar Rp2 juta, ia masih bisa menyisihkan Rp3 juta untuk keuntungan bersih.

“Kalau dikalikan dengan luas lahan yang kami kelola, maka total keuntungan yang kami dapatkan bisa mencapai Rp306 juta per bulan. Lumayan kan?” kata Ramlan.

Ramlan menjelaskan, untuk membudidayakan rumput laut Gracilaria, ia hanya membutuhkan bibit dan jaring sebagai media tumbuh. Bibitnya pun tidak memerlukan perawatan khusus, cukup ditanam di jaring dan dibiarkan berkembang di laut.

“Kami mendapatkan bantuan bibit dari Pemerintah Kabupaten Kukar sebanyak 150 kilogram pada tahun 2018. Selain itu, kami juga mendapat bimbingan dan kerja sama dari berbagai pihak untuk mengembangkan usaha ini,” tuturnya.

Ramlan berharap, usaha rumput laut yang dilakukannya bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir Kukar. Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Kukar yang berencana membangun pabrik pengolah rumput laut di Desa Muara Badak Ulu.

“Semoga dengan adanya pabrik pengolah rumput laut, kami bisa menjual hasil panen kami dengan harga lebih tinggi dan kualitas lebih baik. Kami juga berterima kasih kepada Pemkab Kukar yang sudah peduli dengan kemajuan ekonomi pesisir Kukar melalui pengembangan rumput laut,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, keberadaan budi daya rumput laut di wilayah pesisir Kukar telah memberikan dampak positif bagi para nelayan. Pasalnya, banyak nelayan yang kesulitan mencari ikan karena keterbatasan solar.

“Karena itu, kami mendorong para nelayan untuk beralih menjadi pembudidaya rumput laut. Rumput laut sekarang ini sudah menjadi berkah bagi nelayan di pesisir Kukar,” kata Rendi.

Rendi menambahkan, ada empat kecamatan di Kukar yang memiliki potensi besar untuk pengembangan rumput laut, yaitu Samboja, Muara Badak, Marangkayu, dan Muara Jawa. Selama dua tahun terakhir, perkembangan usaha rumput laut di daerah-daerah tersebut terbilang pesat.

“Kami akan terus fokus mengembangkan rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan Kukar. Kami juga akan memberikan fasilitas dan bantuan kepada para pembudidaya agar usaha mereka semakin maju dan sejahtera,” ucap Rendi. (Kal/El/ADV/Diskominfo Kukar)

TAGGED:Budidaya Rumput LautDesa Salo PalaiPemkab KukarRendi SolihinWakil Bupati Kukar
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pemkab Kukar Pasang 2.450 Lampu Jalan, Rendi Solihin: Progres Sudah 85 Persen
Next Article Andi Harun Janji Naikkan Gaji Honorer dan TPP ASN Samarinda

Berita Undas

Gaji DPR Dilepas, Sahroni Pilih Jalur Donasi Terbuka
Selasa, 14 April 2026
Bahlil soal harga BBM bersubsidi: Tunggu waktunya saja
Rabu, 1 April 2026
Tidak Ada Pengadaan Mobil Dinas Baru Di Kutai Barat
Kamis, 26 Maret 2026
Estetika Terbaik: Keramik Batu Alam untuk Dinding Rumah
Kamis, 26 Maret 2026
Art Paris 2026: Bahasa dan Reparasi dalam Seni
Kamis, 26 Maret 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Memperkuat ASN Kutai Timur: Bimtek DPPKB Jadi Kunci Peningkatan Kinerja

3 Min Read
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra
Advertorial

Stadion Palaran Bersolek Kembali: Membangkitkan Semangat Olahraga dan Pariwisata Samarinda

3 Min Read
Advertorial

Olahraga sebagai Indikator Pembangunan, Dispora Kaltim Gunakan SDI untuk Evaluasi DBON

2 Min Read
Pada Rabu (23/10/24) bertempat di Rumah Sakit Pratama Gerbang Sehat Mahulu (RSP GSM) Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, meresmikan Program SiCepat – Laju (Foto: Istimewa)
Advertorial

Bupati Mahulu Resmikan Program SiCepat-Laju Sehat untuk Tingkatkan Layanan Rujukan Kesehatan

3 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?