Samarinda, Sekala.id – Kelanjutan pembangunan Teras Samarinda Tahap III belum mendapat lampu hijau. DPRD Kota Samarinda menegaskan proyek lanjutan kawasan tepian Sungai Mahakam itu baru akan diputuskan setelah pemerintah dan legislatif mengetahui seberapa besar kemampuan keuangan daerah pada APBD 2027.
Hingga kini, pembahasan anggaran untuk tahun 2027 masih berada pada tahap awal. Makanya, belum ada kepastian apakah proyek Teras Samarinda Tahap III akan masuk dalam daftar program yang dibiayai pada tahun mendatang.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan penyusunan APBD 2027 masih diawali dengan pembahasan dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025 serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Kedua dokumen tersebut menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan anggaran tahun depan.
Menurutnya, kemampuan fiskal daerah akan menjadi faktor utama sebelum pemerintah dan DPRD menetapkan program pembangunan yang layak didanai.
“Yang pertama kami lihat adalah kemampuan fiskal daerah. Dari situ baru ditentukan program mana yang menjadi prioritas untuk dibiayai,” ujarnya pada Selasa (1/7/2026).
Rohim menegaskan, kondisi anggaran yang terbatas membuat pemerintah harus lebih cermat menentukan prioritas. Ia menilai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap harus berada di urutan teratas dibandingkan proyek pembangunan lainnya.
Sejumlah sektor seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, hingga pengendalian banjir disebut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus memperoleh perhatian dalam penyusunan APBD 2027.
Karena itu, usulan pembangunan Teras Samarinda Tahap III nantinya akan dibahas bersama Pemerintah Kota Samarinda dengan melihat ruang fiskal yang tersedia. Jika kemampuan keuangan daerah belum memadai, proyek tersebut berpotensi kembali ditunda.
“Kalau kebutuhan dasar masyarakat masih banyak yang harus diselesaikan, tentu itu yang diprioritaskan. Setelah itu baru melihat kemampuan anggaran untuk pembangunan lainnya,” katanya.
Sebagai informasi, Teras Samarinda merupakan proyek penataan kawasan tepian Sungai Mahakam yang dirancang membentang sekitar 6,3 kilometer. Program ini menjadi salah satu proyek andalan Pemerintah Kota Samarinda untuk menghadirkan ruang publik sekaligus mempercantik wajah kota di kawasan sungai.
Tahap pertama proyek telah diresmikan dan dibuka untuk masyarakat pada September 2024. Pembangunan kemudian dilanjutkan ke Tahap II yang menghubungkan kawasan Jalan Gajah Mada hingga Pelindo.
Sementara itu, Tahap III direncanakan dikembangkan di kawasan Teluk Lerong dengan konsep ruang publik yang dilengkapi area keluarga dan galeri. Namun, realisasi proyek tersebut masih bergantung pada hasil pembahasan APBD 2027 serta kesepakatan antara DPRD dan Pemerintah Kota Samarinda. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)