By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Pemerintahan

KEK MBTK Masih Mandek, BUMD Diharap Jadi Solusi Percepat Pembangunan

Redaksi
By Redaksi
Published: Senin, 3 Juli 2023
Share
SHARE

Samarinda, Klausa.co – Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) masih jadi pekerjaan besar yang belum tuntas. Pemprov Kaltim punya rencana membuat badan usaha milik daerah (BUMD) yang tugasnya sebagai badan usaha pembangun dan pengelola (BUPP) proyek strategis nasional tersebut.

Tujuannya, biar pembangunan bisa cepat dan target investasi tercapai. Pasalnya, sejak diresmikan Jokowi pada April 2019, KEK di Kutai Timur, Kaltim ini masih mandek. Investor terkesan ogah-ogahan.

Padahal, kawasan seluas 557,34 hektar ini ditargetkan bisa menarik investasi Rp34,319 triliun pada 2025.

KEK MBTK ini harus segera diselesaikan. Pasalnya, Dewan KEK Nasional menyebut, ada enam KEK, termasuk KEK MBTK yang mandek dan bisa dicabut statusnya pada akhir 2023.

Lima KEK lainnya adalah, KEK Palu, Bitung, Morotai, Sorong, dan Likupang. Pengembangan KEK MBTK sekarang memulai masuk babak baru. Babak yang mencari solusi agar proyek strategis nasional di Benua Etam ini bisa jalan sesuai rencana.

Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Pemprov Kaltim, Ujang Rachmad menuturkan, sudah ada monitoring dan evaluasi pengelolaan KEK MBTK di Balikpapan pada 15 April 2023 lalu. Ini upaya mengatasi masalah kelembagaan di Pemprov Kaltim yang jadi akar permasalahan. Dan, jadi respons terhadap kelemahan struktural yang menghambat kinerja manajemen.

“Ini bentuk jawaban. Kami sudah identifikasi, masalahnya adalah kelembagaan tidak optimal. Itulah mengapa kami laporkan kepada dewan KEK dan mereka sangat mendukung kelembagaan BUPP yang baru ini,” katanya.

Dia menambahkan, Pemprov Kaltim sudah mengambil langkah-langkah terkait BUMD lewat perundingan multisektoral. Mereka juga sudah membahas pembiayaan dan aturan soal kepemilikan saham mayoritas.

Menurutnya, pemerintah provinsi akan punya porsi lebih besar dari pemerintah kabupaten. Sembari melihat nilai aset yang sudah dibangun dan akan dihitung lewat bantuan DJKN.

“Saya optimis kita bisa selesaikan tahun ini. Dan kami perlu kolaborasi kuat dan dukungan dari semua pihak, termasuk DPRD. Ini bukan hanya kepentingan provinsi, tapi juga melibatkan kabupaten,” tegas Ujang.

Meski begitu, dia ingatkan detail seperti modal awal yang harus disetor masih bisa diperdebatkan, dan akan jadi bagian dari proses legal. Adapun, badan baru ini direncanakan bisa dibentuk sebelum masa jabatan gubernur berakhir.

Sebagai informasi, KEK MBTK dibangun sejak 2014 sebagai kawasan geostrategis perkebunan dan perdagangan internasional di Kaliorang, Kutai Timur. Ditunjuk pada tahun yang sama, lewat PP Nomor 85 Tahun 2014.

Dengan dukungan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II), KEK MBTK diharapkan bisa mendorong nilai tambah lewat industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah itu. Berdasarkan keunggulan geostrategis wilayah Kutai Timur, KEK MBTK akan jadi pusat pengolahan sawit dan produk turunannya. Serta pusat bagi industri energi seperti industri mineral, gas dan batu bara.

KEK MBTK juga diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp34,4T dan diproyeksikan bisa serap tenaga kerja sebanyak 55.700 orang sampai tahun 2025. (Mar/Mul/Klausa)

TAGGED:BUMDBUPPKEK Maloy Batuta Trans KalimantanKEK MBTKPemprov KaltimUjang Rachmad
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Menag Yaqut Dapat Surat dari Arab Saudi, Isinya Kuota Haji Indonesia Naik 10 Persen
Next Article Silpa Terealisasi Hampir Rp4 Triliun, Seno Aji Usulkan Sisanya untuk Selesaikan Pembebasan Lahan

Berita Undas

Gaji DPR Dilepas, Sahroni Pilih Jalur Donasi Terbuka
Selasa, 14 April 2026
Bahlil soal harga BBM bersubsidi: Tunggu waktunya saja
Rabu, 1 April 2026
Tidak Ada Pengadaan Mobil Dinas Baru Di Kutai Barat
Kamis, 26 Maret 2026
Estetika Terbaik: Keramik Batu Alam untuk Dinding Rumah
Kamis, 26 Maret 2026
Art Paris 2026: Bahasa dan Reparasi dalam Seni
Kamis, 26 Maret 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Pemerintahan

RAD-KLA, Strategi Samarinda untuk Raih Predikat Kota Layak Anak Utama

2 Min Read
Pemerintahan

Hari Pertama Gubernur Kaltim, Disucikan dalam Tradisi Tepung Tawar

2 Min Read
Kutai Kartanegara

Erau 2023 Berakhir dengan Belimbur, Berikut Tata Kramanya

2 Min Read
Advertorial

BLT Tahap Pertama Cair di Desa Rempanga, Membantu 41 Keluarga Penerima Manfaat

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?