Mahulu, Sekala.id – Mahakam Ulu (Mahulu), kabupaten muda yang lahir di tengah aliran Sungai Mahakam, bersiap menggelar pesta budaya. HUT Kabupaten Mahulu tahun ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi panggung besar untuk merajut tradisi, mengenalkan potensi lokal, dan merayakan keberagaman.
Dibuka pada 1 Desember dan berlangsung hingga 14 Desember, perayaan ini bukan hanya soal seremonial. Ada pesan besar yang disampaikan: menjaga warisan leluhur sambil melangkah ke masa depan.
“Tahun ini, kami ingin HUT Mahulu menjadi lebih dari sekadar acara. Ini adalah momen membangun kebanggaan bersama atas identitas kita,” kata Agustinus Teguh Santoso, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Mahulu.
Sorotan utama perayaan adalah festival lintas budaya dan pameran UMKM. Selama 14 hari, panggung tribun akan menjadi arena seni daerah. Tari tradisional, musik sapek yang menggema, hingga fashion show baju adat menjadi suguhan yang tak boleh dilewatkan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni dan budaya Mahulu adalah aset yang bisa berdiri sejajar dengan kebudayaan lain di dunia,” ungkapnya.
Namun, Mahulu tidak melupakan akarnya. Beragam olahraga tradisional seperti belokok, sumpit, dan pegasing dihadirkan, melengkapi olahraga prestasi seperti futsal, voli, dan bulu tangkis. Perpaduan ini mencerminkan semangat Mahulu, menghormati masa lalu sambil menantang masa depan.
Tradisi adat menjadi pusat perhatian dalam perayaan ini. Festival telinga panjang, salah satu simbol identitas masyarakat Dayak, akan kembali dihidupkan. Dalam setiap detailnya, dari upacara adat hingga pendirian tiang, tersembunyi pesan bahwa tradisi adalah jembatan yang menghubungkan generasi.
“Ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi upaya menggali nilai-nilai yang selama ini terpendam di tengah modernisasi,” ujar Agustinus. (Kal/Mul/ADV/Pemkab Mahulu)