By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Olahraga

Dramatis! Pieter Huistra Ungkap Tantangan Borneo FC Usai Kartu Merah Nadeo

Redaksi
By Redaksi
Published: Jumat, 13 September 2024
Share
SHARE

Surakarta, Sekala.id – Pelatih Borneo FC Samarinda, Pieter Huistra, akhirnya angkat bicara soal insiden kartu merah yang diterima oleh Nadeo Argawinata saat laga kontra PSS Sleman di Stadion Manahan, Kamis (12/9/2024). Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu, Borneo FC harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-12 setelah Nadeo diusir wasit. Penjaga gawang andalan Pesut Etam itu mendapat kartu merah karena dianggap melakukan handball di luar kotak penalti.

Pieter Huistra, pelatih asal Belanda, mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya mampu mendominasi 20 menit awal pertandingan sesuai dengan rencana. Namun, kartu merah yang diterima Nadeo membuat segalanya berubah drastis.

“Kartu merah mengubah semuanya. Kami harus ambil risiko dengan memasukkan kiper baru, Angga Saputro, dan menarik Leo Guntara yang berposisi sebagai bek kiri,” ujar Huistra.

Meski harus bermain dengan 10 pemain, Borneo FC tetap memberikan perlawanan sengit. Menurut Huistra, mereka masih mampu menciptakan banyak peluang meski kekurangan pemain di lapangan.

“Di babak kedua, kami bahkan bisa mencetak dua atau tiga gol. Kami mampu mengontrol pertandingan dan menciptakan beberapa peluang emas. Sayangnya, gol bunuh diri merusak rencana kami,” tambahnya.

Huistra juga mengakui bahwa terkadang dalam sepak bola, ada situasi di mana tim tidak mendapatkan hasil yang layak meskipun bermain bagus.

“Ini salah satu dari beberapa pertandingan di mana keberuntungan tidak berpihak pada kami. Pemain saya tampil sangat baik, seharusnya kami mendapat tiga poin, tapi hasil akhir berkata lain,” katanya.

Saat ditanya soal kesalahan Nadeo, Huistra tetap membela penjaga gawangnya. Ia menjelaskan bahwa seorang kiper terkadang harus mengambil risiko. Menurutnya, Nadeo hanya kurang beruntung dalam situasi tersebut.

“Terkadang, hal seperti ini bisa terjadi. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai tim, baik pemain maupun staf. Meski begitu, saya yakin kami pantas meraih tiga poin, bahkan dengan 10 pemain,” tegas Huistra.

Di akhir pernyataannya, Huistra mengapresiasi performa timnya yang tetap tampil positif meskipun harus bermain dengan kekurangan pemain.

“Saya sangat bangga dengan cara mereka bermain. Kombinasi dan kerja sama mereka di lapangan sangat luar biasa,” tutupnya. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:Borneo FCBorneo FC vs PSS SlemanNadeo ArgawinataPesut EtamPieter HuistraPSS Sleman
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Andi Harun Genjot Penyempurnaan Teras Samarinda, Trotoar Aman, Toilet Nyaman, Ekonomi Berjalan
Next Article Mahasiswa Kaltim Jadi Garda Depan Pengawasan Pilkada, Bawaslu Kaltim Luncurkan Bawaslu Ngampus

Berita Undas

Fraksi Golkar Kaltim Hadiri Paripurna Hak Angket, Datang Bukan Berarti Mendukung
Selasa, 2 Juni 2026
Pancasila Jadi Modal Sosial, Arie Wibowo Ajak Warga Bersatu Bangun Samarinda
Selasa, 2 Juni 2026
Pancasila Harus Jadi Arah Politik, Suparno: Kekuasaan Bukan Tujuan Utama
Selasa, 2 Juni 2026
Judi Online Mengancam Kaltim, Diskominfo: Saatnya Bersih-bersih Ruang Digital
Selasa, 2 Juni 2026
Jadi Jangkar Moral Hadapi Krisis Global, Wagub Ajak Pemuda Kaltim Bumikan Pancasila
Senin, 1 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Balikpapan

Tertahan di Batakan, Pesut Etam Gagal Maksimalkan Dominasi atas Persita

2 Min Read
Pemain Borneo FC Samarinda, Diego Michiels dengan Furtado.(Ist)
Olahraga

Kembali ke Segiri, Borneo FC Siap Bangkit! Diego Michiels: “Samarinda, Kami Pulang!”

1 Min Read
Advertorial

Siap Tempur, Tim Sepak Takraw Kaltim Berangkat ke BK PON Jepara

2 Min Read
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 tahun 2024, di Halaman Parkir Gelora Kadrie Oening Sempaja, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Senin (28/10/2024). (Foto: Sekala)
Advertorial

Akmal Malik Pastikan Bonus PON dan MTQN, Apresiasi Tinggi bagi Pahlawan Kaltim di Ajang Nasional

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?