By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialKutai Kartanegara

Desa Saliki Siapkan Tandon Air untuk Atasi Masalah Air Bersih

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 19 Oktober 2023
Share
Kepala Desa Saliki, Saliansyah (Foto: Ist)
SHARE

Kukar, Sekala.id – Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki kendala dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya. Pasalnya, penyaluran air bersih dari PDAM di desa tersebut belum optimal, karena air yang diolah mengandung zat besi yang tinggi.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Desa Saliki berencana melakukan pengadaan tandon air yang dapat menampung air PDAM. Tandon air ini diharapkan dapat membantu warga mendapatkan air bersih dengan lebih mudah dan cepat.

Kepala Desa Saliki, Saliansyah menjelaskan, pengadaan tandon air merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh pemdes, sekaligus sebagai bentuk fasilitas dasar yang diberikan kepada masyarakat. Ia mengatakan, PDAM di desanya hanya beroperasi selama 6 jam sehari, dan dibagi menjadi dua sesi, sehingga setiap rumah hanya mendapat jatah air 3 jam sehari.

“Karena zat besinya tinggi, air PDAM harus diproses dan diendapkan dulu selama 6 jam. Ini yang membuat produksi air di Saliki terhambat,” ujarnya.

Saat ini, sebagian besar warga sudah melakukan penampungan air secara mandiri, karena sebelumnya sudah ada yang mendapat bantuan tandon.

“Terakhir ada 50 tandon yang disalurkan, rencananya di perubahan ini kita tambah lagi supaya masalah tandon air ini bisa selesai. Mudah-mudahan masyarakat bisa terbantu dengan adanya bantuan ini,” tutur Saliansyah. (Jor/El/ADV/Diskominfo Kukar)

TAGGED:Bantuan Tandon AirDesa SalikiKetersediaan Air BersihSaliansyah
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Maluhu Fokus Kembangkan Pertanian, Lahan Sawah yang Tertinggal Akan Dibenahi
Next Article Jalan Setapak 5 Km di Sebulu Bakal Dibangun, Anak-anak Bisa Sekolah Tanpa Hambatan

Berita Undas

Gaji DPR Dilepas, Sahroni Pilih Jalur Donasi Terbuka
Selasa, 14 April 2026
Bahlil soal harga BBM bersubsidi: Tunggu waktunya saja
Rabu, 1 April 2026
Tidak Ada Pengadaan Mobil Dinas Baru Di Kutai Barat
Kamis, 26 Maret 2026
Estetika Terbaik: Keramik Batu Alam untuk Dinding Rumah
Kamis, 26 Maret 2026
Art Paris 2026: Bahasa dan Reparasi dalam Seni
Kamis, 26 Maret 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Gulat Kaltim Berjaya di Kejurnas, Targetkan Medali di PON XXI/2024 dengan Program Pelatnas

2 Min Read
Advertorial

Pemerintah Kukar Terima Kunjungan Kepala BNNP Kaltim

2 Min Read
Advertorial

Buku ‘Mengayuh Waktu Membangun Kukar’, Sebuah Karya Membangun Edi Damansyah

2 Min Read
Advertorial

Disketapang Kukar Beri Bantuan Saprodi untuk Desa Rapak Lambur

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?