By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik

Redaksi
By Redaksi
Published: Selasa, 25 Agustus 2026
Share
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda belum sepenuhnya mengembalikan geliat perdagangan. Meski tampilan bangunan dinilai lebih baik, sejumlah kios masih belum terisi dan aktivitas pasar belum berjalan optimal. DPRD Kota Samarinda pun mendorong evaluasi menyeluruh terhadap konsep Pasar Pagi agar bangunan tersebut benar-benar berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai persoalan Pasar Pagi tidak cukup diselesaikan dengan pembenahan fisik. Menurutnya, keberhasilan revitalisasi seharusnya juga diukur dari kemampuan pasar menciptakan aktivitas ekonomi bagi pedagang sekaligus menarik masyarakat untuk berbelanja.

“Kalau dari sisi estetika memang sudah bagus. Tapi kalau kita lihat fungsinya, belum berjalan seperti yang diharapkan. Padahal, Pasar Pagi ini seharusnya bisa menjadi penggerak ekonomi,”ujar Iswandi, belum lama ini.

Karena itu, DPRD ingin membuka ruang evaluasi terhadap konsep yang diterapkan di Pasar Pagi. Kajian tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah seluruh ruang yang tersedia masih sesuai dengan kebutuhan pedagang dan pola belanja masyarakat Samarinda.

Tidak menutup kemungkinan, kata Iswandi, beberapa bagian bangunan nantinya diarahkan untuk fungsi berbeda apabila hasil kajian menunjukkan konsep saat ini kurang tepat.

Rencana evaluasi itu akan dibahas melalui forum group discussion (FGD) yang digelar DPRD bersama organisasi perangkat daerah (OPD). Berbagai unsur akan dilibatkan dalam pembahasan tersebut, termasuk akademisi, praktisi, komunitas, pelaku ekonomi kreatif hingga pedagang.

“Kami perlu mengundang akademisi, praktisi, komunitas, para penggiat kegiatan, dan pihak-pihak lain yang punya pemikiran. Dari situ kita bisa mencari solusi bersama untuk menghidupkan kembali Pasar Pagi,” katanya.

Menurut Iswandi, penentuan konsep baru harus berangkat dari kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar asumsi. Karakter masyarakat Samarinda dan kebiasaan pedagang maupun pembeli perlu menjadi pertimbangan sebelum pemerintah menentukan arah pengembangan pasar.

Dia mencontohkan area yang sebelumnya dipersiapkan untuk pedagang basah. Apabila fungsi tersebut tidak lagi sesuai dengan kebutuhan pasar, ruang itu dapat dikaji untuk kegiatan lain, misalnya penjualan kue atau produk tertentu. Sementara bagian lantai paling atas dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai kawasan kuliner maupun kafe.

“Dengan kondisi bangunan seperti sekarang dan karakter masyarakat Samarinda, kita harus melihat konsep apa yang paling sesuai. Jangan sampai kita memaksakan jenis perdagangan yang ternyata tidak cocok dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain fungsi ruang, persoalan akses menuju area perdagangan juga menjadi perhatian. Iswandi menyebut pola belanja masyarakat di pasar tradisional selama ini cenderung mengutamakan kepraktisan. Pembeli dapat datang menggunakan kendaraan, memilih barang, lalu melakukan transaksi tanpa harus berpindah terlalu jauh.

“Masyarakat yang terbiasa berbelanja di pasar tradisional itu mencari kepraktisan. Mereka bisa berhenti tanpa turun dari sepeda motor, memilih barang, lalu langsung membayar. Kalau harus naik tangga, tentu pola seperti itu menjadi berbeda. Ini yang perlu kita pikirkan,” tuturnya.

Meski demikian, gagasan rebranding atau perubahan konsep Pasar Pagi masih berada pada tahap awal. DPRD akan membahasnya lebih lanjut bersama Pemerintah Kota Samarinda, termasuk melibatkan wali kota dalam menentukan arah kebijakan.

Keterlibatan pedagang juga dinilai penting agar perubahan yang dirancang tidak berhenti pada pembenahan tampilan. Masukan dari mereka dibutuhkan untuk memastikan konsep baru benar-benar menjawab kebutuhan aktivitas perdagangan.

“Kalau forum ini digelar, pedagang juga harus dilibatkan. Mereka yang beraktivitas langsung di sana tentu punya masukan. Selain pedagang, kita juga perlu mendengar pandangan praktisi, akademisi dan penggiat ekonomi kreatif,” terangnya.

Iswandi menegaskan pembahasan ke depan sebaiknya tidak lagi terjebak pada persoalan masa lalu. Menurutnya, seluruh pihak perlu memusatkan perhatian pada langkah konkret untuk mengembalikan keramaian Pasar Pagi dan memperkuat kembali fungsi ekonominya.

“Yang paling penting sekarang adalah mencari solusi. Kita tidak perlu lagi saling menyalahkan karena itu tidak akan menyelesaikan persoalan. Fokus kita bagaimana Pasar Pagi bisa kembali ramai dan berfungsi sebagai pusat ekonomi,” kunci Iswandi. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:DPRD Kota SamarindaIswandiPasar Pagi Samarinda
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Desak Evaluasi Pencegahan Narkotika di Sekolah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Dorong Tes Urine Pelajar Digelar Berkala Usai 12 Siswa SMP Positif Narkoba
Rabu, 26 Agustus 2026
Ruang Publik Baru Samarinda Rampung, Jasno Dorong Segera Dioperasikan
Rabu, 26 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Samarinda Ajak Masyarakat Tidak Golput, Ini Alasannya

1 Min Read
Advertorial

Disketapang Kukar Beri Bantuan Saprodi untuk Desa Rapak Lambur

2 Min Read
Politik

Fahmi Idris Optimistis Debat Pilgub Kaltim Tingkatkan Partisipasi Publik

2 Min Read
Advertorial

Gondol Empat Emas, Angkat Berat Kaltim Optimis Lolos PON XXI 2024

1 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?