By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

DPRD Samarinda Mulai Hitung Risiko Jika Bankeu Kaltim Dihentikan pada 2027

Redaksi
By Redaksi
Published: Rabu, 12 Agustus 2026
Share
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Rencana penghentian Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) pada 2027 mulai menjadi perhatian dalam penyusunan anggaran Kota Samarinda. DPRD Samarinda belum menghitung dampak secara pasti karena kebijakan tersebut masih sebatas wacana, tetapi pemerintah kota dinilai perlu menyiapkan sumber pendanaan alternatif dengan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diminta jangan menunggu sampai kebijakan penghentian Bankeu benar-benar diputuskan untuk mulai menyiapkan langkah antisipasi. Penguatan kemampuan fiskal daerah dinilai penting agar program pembangunan tetap berjalan apabila dukungan anggaran dari Pemprov berkurang.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 saat ini masih berada pada tahap penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Makanya, dewan belum dapat mengambil kesimpulan mengenai dampak rencana penghentian Bankeu terhadap pembiayaan pembangunan Samarinda.

“Untuk sekarang kami belum bisa berandai-andai. Pembahasan masih di tahap KUA-PPAS 2027. Setelah tahapan ini selesai, baru kita lihat bagaimana perkembangan kebijakan bantuan keuangan dari provinsi,” ujar Deni, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, informasi mengenai penghapusan Bankeu belum disertai keputusan resmi. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah belum memiliki dasar yang cukup untuk menghitung secara pasti perubahan struktur pembiayaan pembangunan jika bantuan dari provinsi benar-benar dihentikan.

Meski begitu, Deni menilai Pemkot tetap perlu melakukan persiapan sejak dini. Ketergantungan terhadap sumber pendanaan dari luar daerah, kata dia, harus mulai dikurangi agar pembangunan tidak terganggu apabila kebijakan tersebut nantinya diberlakukan.

“Kalau memang nantinya tidak ada Bankeu, tentu kita harus mengoptimalkan seluruh pendapatan yang dimiliki Kota Samarinda,” katanya.

Bankeu selama ini menjadi salah satu sumber pendukung pembiayaan pembangunan daerah, termasuk untuk kebutuhan infrastruktur. Apabila penghentian diberlakukan, konsekuensinya tidak hanya berpotensi dirasakan Samarinda, tetapi juga kabupaten dan kota lain di Kaltim yang selama ini menerima bantuan tersebut.

Namun, Deni melihat kondisi tersebut dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk semakin mandiri dalam membiayai pembangunan.

“Semua daerah yang selama ini menerima Bankeu pasti akan merasakan dampaknya. Tetapi kita juga tidak boleh sepenuhnya bergantung pada bantuan tersebut,” tegasnya.

Salah satu langkah yang dinilai perlu diperkuat adalah peningkatan pendapatan asli daerah. Pemkot Samarinda mesti mengidentifikasi sektor-sektor yang masih memiliki peluang untuk meningkatkan penerimaan, kemudian mengembangkannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Deni menyebut penerapan parkir berlangganan sebagai salah satu opsi yang dapat dikembangkan. Selain itu, sektor pariwisata juga dinilai memiliki potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sumber penerimaan daerah.

Pengelolaan destinasi wisata yang lebih optimal, menurutnya, tidak hanya berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Dari sisi pemerintah daerah, sektor tersebut juga dapat membuka ruang bagi bertambahnya pendapatan.

“Potensi PAD harus terus dimaksimalkan, baik lewat parkir berlangganan maupun pengembangan destinasi wisata. Keduanya bisa menjadi penopang pembiayaan pembangunan infrastruktur ke depan,” pungkas Deni. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:Deni Hakim AnwarDPRD Kota SamarindaPendapatan Asli Daerah
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Polder Air Hitam Kian Ramai, DPRD Samarinda Minta Fasilitas Kawasan Ditata
Next Article DPRD Samarinda Dorong Relokasi Warga dari Kawasan Rawan Bencana Masuk Perda

Berita Undas

DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Kawasan Pergudangan Sutami: Jangan Tunggu Jalan Rusak Lagi
Rabu, 7 Oktober 2026
Suparno Minta Pencegahan Stunting Tak Berhenti di Paket Susu, Harus Dikawal sampai RT
Rabu, 7 Oktober 2026
Banjir Sambutan-Selili Tak Cukup Diatasi dengan Drainase, DPRD Usul Kolam Retensi
Rabu, 7 Oktober 2026
DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah
Kamis, 27 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Kepala PPO Bidang Peningkatan Prestasi Dispora Kaltim
Advertorial

Tim Sepak Bola Kaltim Siap Gempur Pra Popnas 2024, Laga Ujicoba Lawan Borneo FC Junior Jadi Tolak Ukur

2 Min Read
Advertorial

Pemkab Kubar Gelar Gala Dinner Sambut Kontingen Gelar TTG XII Se- Kaltim Tahun 2026

3 Min Read
Lahan pertanian di Kukar.
Advertorial

Desa Suka Maju Fokus Kembangkan Pertanian Padi, Embung Jadi Solusi Atasi Krisis Air

2 Min Read
Pemerintahan

Sungai Karang Mumus Ditata, Wali Kota Minta Dukungan Warga

3 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?