By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialNasionalPemerintahan

Pemkab Mahulu Jajaki Kolaborasi Pertanian Organik dengan Pusat Kajian di Malang

Redaksi
By Redaksi
Published: Minggu, 23 Februari 2025
Share
Kunjungan Pemkab Mahulu ke PKPOT di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (21/2/2025). (Foto: Istimewa)
SHARE

Malang, Sekala.id – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu), menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pendekatan pertanian berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan kunjungan konsultasi dan koordinasi yang dilakukan oleh jajaran Pemerintah Mahulu ke Pusat Kajian Pertanian Organik Terpadu di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (21/2/2025).

Delegasi Mahulu dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. Stephanus Madang, didampingi oleh Kepala Bidang Peternakan, Perikanan, dan Perkebunan DKPP Mahulu, Stepanus Boro Duran, serta Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan DKPP, Romensius Kuleh. Rombongan ini diterima secara langsung oleh Direktur Utama Pusat Kajian, Prof. Dr. Ir. Haryadi, M.P.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi tentang potensi kerja sama di bidang pengembangan pertanian organik, terutama dalam konteks lahan pertanian basah yang banyak dijumpai di wilayah Mahulu. Sekda Stephanus menekankan pentingnya transformasi sektor pertanian di Mahulu agar lebih adaptif dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan petani di Mahulu bisa mandiri, terutama dalam pengelolaan sawah dan pengolahan pupuk organik. Untuk itu, perlu ada transfer teknologi dan pengetahuan dari institusi yang sudah lebih dulu menerapkan sistem ini secara menyeluruh,” ujar Stephanus.

Ia menambahkan, kerja sama ini bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga membangun mentalitas petani agar lebih terbuka terhadap inovasi pertanian. Model pertanian organik dinilai cocok dengan ekosistem dan orientasi pembangunan berkelanjutan yang tengah dikembangkan di Mahulu.

Prof. Haryadi dalam sambutannya menyambut baik inisiatif dari Pemkab Mahulu. Menurutnya, pertanian organik merupakan masa depan pangan Indonesia karena mampu menjawab tantangan krisis iklim dan ketergantungan pada pupuk kimia.

“Kami siap mendampingi Mahulu jika ingin membangun sistem pertanian organik berbasis riset dan praktek lapangan. Tidak hanya pada aspek produksi, tapi juga manajemen agribisnisnya,” ucap Haryadi.

Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kemitraan antara Mahulu dan lembaga riset pertanian. Ke depan, kerja sama akan diarahkan pada kegiatan pelatihan, penyusunan kebijakan teknis, serta penataan rantai pasok produk pertanian yang sehat dan ramah lingkungan. (Jor/El/ADV/Pemkab Mahulu)

TAGGED:DKPP MahuluPemkab MahuluPKPOTSekda MahuluStephanus Madang
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Jangan Hanya Andalkan BPJS, Dinkes Kaltim Ingatkan Ada Jaminan Lain
Next Article DKPP Mahulu Siapkan Strategi Bangun Ekosistem Pertanian Organik, Padi Abung Jadi Unggulan

Berita Undas

DPRD Samarinda Minta DPR RI Dapil Kaltim Perjuangkan Perbaikan Jalan Paser
Kamis, 30 April 2026
Bom Waktu Demografi 2030 Mengintai Samarinda, DPRD Soroti Minimnya Anggaran KB
Kamis, 30 April 2026
Warga Bendang Andalkan Air Bekas Tambang, DPRD Desak Perumdam Perluas Layanan
Kamis, 30 April 2026
DPRD Soroti Dugaan Ketidakteraturan Pendataan Pedagang Pasar Pagi
Rabu, 29 April 2026
DPRD Samarinda Perketat Pengawasan Stunting, Libatkan RT hingga PKK
Rabu, 29 April 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

APBD Kaltim Naik Rp8 Triliun, Samsun: Pertanian Mesti Jadi Sektor yang Merasakan Manfaat

2 Min Read
Pemerintahan

Visi Masa Depan, Bukan Sekadar Harta, Andi Harun Tantang Gagasan Calon Pemimpin Kaltim

2 Min Read
Advertorial

Kaltim Bersolek: GOR Kadrie Oening dan Stadion Palaran Siap Gemparkan HUT

1 Min Read
Nasional

Ganjar-Mahfud Siap Daftar ke KPU, Hasto: Ada Kejutan dari Seniman dan Budayawan

1 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?