By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
PemerintahanSamarinda

Bukan Sekadar Hujan, Mengurai Biang Kerok Banjir Samarinda

Redaksi
By Redaksi
Published: Sabtu, 1 Februari 2025
Share
Pemkot Samarinda saat melakukan kunjungan ke jalan Ahmad Yani. (Foto: Istimewa)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Banjir bukan lagi kejutan bagi warga Samarinda. Kala hujan deras turun, genangan muncul di berbagai sudut kota, dari permukiman hingga jalan utama. Tapi kali ini, debit air yang naik di Bendungan Lempake dan Sungai Karang Mumus membuat situasi lebih buruk. Pertanyaannya, apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa yang harus bertanggung jawab?

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda mencatat bahwa hujan ekstrem pada 26 Januari 2025 menaikkan tinggi muka air di Bendungan Lempake hingga 8,15 meter. Debit air yang melimpas ke Sungai Karang Mumus mencapai 70 meter kubik per detik, mempercepat banjir ke hilir.

Namun, hujan bukan satu-satunya penyebab. Kepala BWS Kalimantan IV, Yosiandi Radi Wicaksono, menyoroti penyempitan Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus yang kian parah. Di beberapa titik, badan sungai menyempit akibat permukiman dan proyek tanggul yang belum rampung.

“Di sisi kanan sungai, tanggul sudah ada, air tertahan. Tapi di sisi kiri, air meluap ke mana-mana,” ujarnya.

Di sisi lain, pembukaan lahan di daerah hulu memperburuk situasi. Alih fungsi lahan di DAS Padat Karya dan Loa Bakung menghilangkan daya serap tanah terhadap air hujan, mempercepat aliran ke hilir.

“Semakin banyak lahan dibuka, semakin besar debit air yang turun ke kota,” kata Yosiandi.

Di dalam kota, drainase yang buruk menjadi persoalan klasik. Jalan DI Panjaitan menjadi salah satu titik langganan banjir akibat aliran sungai yang tersendat oleh permukiman yang berdiri terlalu dekat dengan badan air.

BWS Kalimantan IV mengusulkan pembangunan kolam retensi di area bukaan lahan untuk menampung limpasan air sebelum masuk ke sungai. Tapi tanpa kebijakan yang lebih tegas, proyek ini bisa berakhir seperti banyak rencana penanganan banjir lainnya, yakni hanya sebatas wacana.

Wali Kota Samarinda Andi Harun berjanji menindak pelaku pembukaan lahan ilegal yang memperparah banjir.

“Sebelum langkah hukum, kami akan melakukan pendekatan persuasif,” katanya.

Pendekatan lunak ini memunculkan pertanyaan, apakah cukup untuk menyelesaikan masalah? Jika pembukaan lahan terus dibiarkan, penyempitan sungai tak dikendalikan, dan drainase tak diperbaiki, Samarinda akan tetap menjadi kota yang tenggelam setiap musim hujan tiba. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:BWS Kalimantan IV SamarindaPenanganan BanjirYosiandi Radi Wicaksono
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Maraknya Investasi Asing, Pj Gubernur Kaltim Minta Imigrasi Perketat Pengawasan
Next Article Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik Akmal Malik Panggil Semua Pihak: Banjir Samarinda Harus Ditangani Bersama

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingatkan Imbauan Hotel BUMD Jangan Batasi Peluang Swasta
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Desak Kompensasi Lahan Warga Jalan Merdeka Segera Dituntaskan
Kamis, 29 Oktober 2026
TPA Zona 3 Disiapkan, DPRD Samarinda Minta Pengelolaan Sampah Dibenahi dari Hulu
Kamis, 29 Oktober 2026
PJJ Saat Udara Memburuk, DPRD Samarinda Ingatkan Siswa Rentan Tertinggal
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Minta APBD Tak Beri Insentif ke Pengembang Komersial
Kamis, 29 Oktober 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Proyek teras mahakam yang mandek
Pemerintahan

Teras Mahakam Molor, Denda Menanti Kontraktor!

1 Min Read
Advertorial

DPRD Samarinda Minta Aspek Keselamatan Jadi Prioritas Sebelum Teras Samarinda Tahap 2 Dibuka

2 Min Read
Advertorial

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Mahulu Bangun Ekosistem Keuangan Inklusif

2 Min Read
Advertorial

Flying Fox, Kolam Terapi Ikan, dan Buah Segar: Menjelajah Pesona Desa Wisata Loa Duri Ilir

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?