Samarinda, Sekala.id – Di tengah kian panasnya kontestasi Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur (Pilgub Kaltim) 2024, sebuah peristiwa dramatis mewarnai kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Isran Noor-Hadi Mulyadi di Samarinda Seberang, Senin malam (14/10/2024). Irianto Latif, tokoh yang akrab disapa Daeng Tunru, melakukan manuver mengejutkan. Secara simbolis, ia melepas kemeja relawan Rudy Mas’ud-Seno Aji dan mengenakan seragam baru berwarna putih, menandai peralihan dukungannya ke Isran-Hadi.
Di hadapan Isran-Hadi dan ratusan pendukungnya, Daeng Tunru melepaskan kemeja krem yang selama ini menjadi identitas Relawan Pro Rudy Mas’ud-Seno Aji (Pro Harus), menggantinya dengan seragam putih relawan Isran-Hadi. Aksi itu bukan sekadar ganti kostum. Ini adalah pernyataan politik yang memanaskan dinamika Pilgub Kaltim.
“Mohon maaf Pak Isran, sebelumnya kami mendukung pasangan sebelah. Tapi sekarang, dengan penuh kesadaran, tanpa tekanan dari mana pun, kami mengalihkan dukungan ke Bapak,” ujar Daeng Tunru, di depan para pendukung yang berkerumun di Jalan Teluk Bayur.
Deklarasi dukungan ini, ternyata, bukan keputusan dadakan. Daeng Tunru mengungkapkan bahwa pada 8 Oktober lalu, ia bersama belasan relawan lainnya secara resmi mundur dari barisan Pro Harus.
“Kami sudah berhentikan semua kegiatan. Kalau ada yang mengatasnamakan kami, itu pasti penipuan,” tegasnya.
Gerakan politik Daeng Tunru dan kelompoknya, yang kini berganti nama menjadi Rumah Juang 01, Kawal Isran-Hadi, menyampaikan tiga poin penting. Pertama, menarik dukungan dari pasangan Rudy-Seno dan beralih ke Isran-Hadi. Kedua, mereka berkomitmen penuh memenangkan pasangan petahana ini. Ketiga, setelah mencermati konstelasi politik, mereka menilai Isran-Hadi adalah pilihan terbaik untuk masa depan Kaltim.
Namun, lebih dari sekadar pernyataan sikap, keputusan ini rupanya dipengaruhi oleh rasa harga diri yang tersakiti.
“Kami sudah berbuat banyak untuk beliau (Rudy-Seno), tapi tak ada penghargaan. Setidaknya, kami ingin diperhatikan, tetapi kami tak dilirik,” keluh Daeng Tunru, menggambarkan kekecewaan yang menjadi pendorong alih dukungan ini.
Sementara itu, Isran Noor, yang tak menyembunyikan kebanggaannya, menyambut deklarasi tersebut dengan haru.
“Terima kasih to my brother, labubu-hanku, Irianto Latif,” ujar Isran, memakaikan langsung seragam relawan kepada Daeng Tunru.
Ia mengaku terkejut karena tidak pernah ada komunikasi sebelumnya antara dirinya dengan kelompok tersebut.
“Kami tidak pernah meminta, apalagi mempengaruhi. Ini inisiatif mereka sendiri, dan keberanian seperti ini sangat luar biasa,” ujar Isran yang didampingi Hadi Mulyadi.
Manuver Daeng Tunru ini dipandang sebagai sinyal kuat perubahan arah dukungan dalam Pilgub Kaltim. Apalagi, Isran Noor sendiri menyinggung bahwa ada banyak pihak lain yang juga ingin beralih dukungan, namun masih menunggu waktu yang tepat.
“Sebenarnya banyak yang mau pindah ke kami. Tapi biarlah, saya ucapkan terima kasih saja. Kalau sudah paham, selesai sudah,” ucap Isran menutup pernyataannya. (Jor/El/Sekala)