Samarinda, Sekala.id – Di balik renovasi Stadion Segiri Samarinda yang menelan anggaran Rp 74 miliar, terselip kekecewaan para penyewa ruko di area stadion. Janji kompensasi atas sisa kontrak sewa ruko yang terpotong akibat renovasi masih menggantung.
Ririn Budiastuti, pemilik Bakso Anugerah, merasakan pahitnya situasi ini. Ia telah merogoh kocek Rp 35 juta untuk sewa satu tahun penuh. Namun, baru lima bulan menikmati ruko, ia harus angkat kaki demi renovasi stadion.
“Katanya mau direnovasi, jadi kami pindah sejak Desember. Sisa kontraknya 7 bulan, tapi yang diganti cuma Rp 14 juta yang artinya hanya 5 bulan, itupun katanya baru cair Januari,” keluh Ririn.
Januari pun berlalu, kompensasi yang dinanti tak kunjung datang. Biaya sewa tempat baru dan tanggung jawab lain menanti.
“Saya sih tidak masalah pindah, tapi tolong janjinya ditepati. Jangan sampai berlarut-larut atau dicicil. Banyak biaya lain yang harus saya tanggung,” harapnya.
Senada dengan Ririn, pengusaha ruko lain menanti kepastian pembayaran sisa kontrak. Di tengah optimisme renovasi stadion, mereka terjebak dalam limbo janji.
Ketika dikonfirmasi, Muslimin, Kepala Disporapar Samarinda, meyakinkan bahwa proses pengembalian dana sedang berlangsung.
“Sedang kami proses,” jawabnya singkat.
Namun, nasib ruko-ruko pasca renovasi masih abu-abu. Muslimin belum bisa memastikan siapa yang akan menempati ruko di kompleks stadion.
“Konsepnya belum final. Kemungkinan disewakan untuk meningkatkan PAD, tapi prioritasnya tetap untuk mereka yang sebelumnya menyewa di sini,” terangnya. (Jor/El/Sekala)