Kutai Barat, Sekala.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar), melalui pihak Kecamatan Siluq Ngurai terus berupaya bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), untuk menuntaskan masalah ketertinggalan infrastruktur listrik, meskipun terkadang terkendala masalah akses geografis.
Seperti kita ketahui bersama bahwa jaringan listrik PLN untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari seperti penerangan, serta mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan dan lainnya dengan menyediakan pasokan listrik yang stabil. Listrik memungkinkan akses ke teknologi modern, mendorong pertumbuhan UMKM dan industri, serta memfasilitasi akses pendidikan berbasis teknologi seperti komputer dan internet.
Adapun yang dialami warga dari 9 Kampung wilayah Kecamatan Siluq Ngurai, masih mengalami keterbatasan pasokan listrik. Sebab, dari 16 kampung baru 7 yang teraliri listrik PLN. Untuk itu Camat Siluq Ngurai, Bartolomius Djukuw, sangat mengharapkan jaringan listrik negara bisa segera dinikmati warganya.
“Sebab indikatornya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti terpenuhinya kebutuhan air bersih, teraliri listrik, insfrastuktur jembatan bila melewati sungai dan lain-lain. Ini yang diharapkan masyarakat kita di 9 kampung, yang statusnya masing menunggu jaringan listrik PLN,” bebernya, Senin (27/10/2025).
Bartolomius Djukuw menyampaikan kepada awak media yang menemuinya, dikarenakan sebagian jalan penghubung yang akan dilalui tiang listrik PLN masih non status jalan tersebut. Sehingga proses pemasangan tiang listrik tertunda, karena piha PLN menyebut pemasangan tiang dibutuhkan jalan yang memadai, itulah kendala yang ada.
“Kemudian rute pemasangan jaringan listrik di 9 kampung tersebut, kebanyakan melintasi pinggir sungai, jadi ini kendala utama pembangunan jaringan listrik di wilayahnya tertunda. Sehingga masyarakat selama ini untuk penerangan mengandalkan mesin genset untuk kebutuhan listrik sehari hari,” ungkap Camat Siluq Ngurai.
Camat Siluq Ngurai juga menjelaskan, alur sungai yang bakal dilewati jaringan listrik dengan jarak cukup jauh dari gardu PLN di Kecamatan Silug Ngurai. Bahkan melintasi sejumlah kampung seperti Kendesiq, Rikong, Muara Ponaq, Kiaq, Tendi, Penawang, dan Lendian Liang Nayuq yang berbatasan dengan Bentian Besar.
“Saat ini pihak Kecamatan telah berkoordinasi dengan Pemkab Kubar yang telah mencari solusi kepada pihak petugas PLN Samarinda. Sehingga akan dilakukan peninjauan ulang ke lapangan. Jika perusahaan menyerahkan jalan ke pemerintah, Dinas PUPR bisa mengelola akses ini, sehingga pemasangan tiang listrik PLN bisa segera teratasi,” pungkas Camat Siluq Ngurai. (Btr/Sekala/Adv)