Samarinda, Sekala.id – Kebutuhan memperbaiki plafon Tempat Pendidikan Alquran (TPA) di RT 11, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, menjadi salah satu persoalan yang mendapat respons langsung dari anggota DPRD Kota Samarinda, Suparno. Dia menyerahkan bantuan uang tunai agar perbaikan fasilitas belajar mengaji anak-anak tersebut dapat segera dilakukan.
Persoalan itu mencuat ketika Suparno berkunjung ke lingkungan RT 11 dan menerima aspirasi warga mengenai kondisi TPA. Fasilitas tersebut masih digunakan untuk kegiatan belajar dan mengaji, sehingga perbaikan plafon dinilai perlu segera ditangani.
Bantuan yang diberikan Suparno ditujukan khusus untuk kebutuhan perbaikan tersebut. Ketua RT 11 Selili, Prof Sadino, menyambut baik dukungan itu dan memastikan dana yang diterima akan digunakan sesuai kebutuhan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dana yang diberikan akan digunakan untuk memperbaiki plafon TPA agar kegiatan belajar dan mengaji anak-anak bisa berlangsung lebih nyaman,” kata Sadino, Kamis (8/10/2026).
Bagi warga, perbaikan fasilitas TPA menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan tempat anak-anak menjalani aktivitas pendidikan keagamaan. Dengan adanya bantuan tersebut, pengelola diharapkan dapat segera melakukan perbaikan sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, Suparno menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat perlu mendapat perhatian, meski tidak seluruhnya bisa direalisasikan dalam waktu singkat. Menurut Ketua DPD PAN Samarinda itu, penanganan persoalan warga bergantung pada jenis kebutuhan dan mekanisme yang harus ditempuh.
“Kalau kebutuhannya bisa kita bantu secara langsung, tentu kita upayakan. Namun, ada juga persoalan yang membutuhkan proses lebih lanjut. Semua aspirasi warga tetap kita catat agar bisa ditindaklanjuti sesuai mekanismenya,” ujar Suparno.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa bantuan langsung hanya menjadi salah satu bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat. Untuk persoalan lain yang memerlukan tahapan lebih panjang, aspirasi warga tetap perlu dihimpun sebagai bahan tindak lanjut melalui jalur legislatif.
Suparno mengatakan, kunjungan ke lingkungan masyarakat juga menjadi kesempatan bagi anggota dewan untuk mengetahui persoalan yang dihadapi warga secara langsung. Dengan melihat kondisi di lapangan, kebutuhan yang mendesak dapat diketahui tanpa hanya bergantung pada laporan atau usulan yang disampaikan dalam forum formal.
Dia menilai, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat tidak semestinya terbatas pada agenda reses. Pertemuan langsung dengan warga diperlukan untuk memahami kondisi lingkungan sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan.
Dalam kunjungannya ke RT 11 Selili, kebutuhan perbaikan plafon TPA menjadi salah satu aspirasi yang dapat direspons melalui bantuan langsung. Sementara itu, usulan lain yang belum memungkinkan untuk segera direalisasikan akan menjadi catatan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.
Suparno berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki fasilitas TPA. Dengan begitu, kegiatan belajar dan mengaji anak-anak di lingkungan RT 11 dapat berlangsung lebih nyaman.
“Harapannya, bantuan ini bisa segera dimanfaatkan untuk memperbaiki plafon TPA. Kebutuhan warga yang bisa kita bantu harus diupayakan, sedangkan aspirasi lainnya tetap menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti,” tutupnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)