By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialKutai TimurPemerintahan

Di Hadapan Pjs Bupati Kutim, Debat Perdana Jadi Panggung Adu Gagasan

Redaksi
By Redaksi
Published: Minggu, 3 November 2024
Share
Pjs Bupati Kutim, M Agus Hari Kesuma
Pjs Bupati Kutim, M Agus Hari Kesuma (Foto: Ist)
SHARE

Balikpapan, Sekala.id – Riuh semangat dan ketegangan menyelimuti Sabtu malam (2/11/2024) di Grand Jatra Hotel Balikpapan. Dua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) saling unjuk visi dan strategi dalam debat perdana yang difasilitasi oleh KPU Kutim. Bukan sekadar debat biasa, acara ini menjadi ajang pertarungan pemikiran dan janji masa depan yang akan mewarnai arah Kutim lima tahun mendatang.

Sorotan utama tertuju pada perbedaan pendekatan yang diambil masing-masing paslon. Dengan setelan kemeja putih berbalut rompi, pasangan nomor satu, Kasmidi Bulang dan Kinsu, tampak percaya diri memaparkan rencana pembangunan inklusif dan pro-rakyat. Sementara itu, paslon nomor dua hadir dengan pakaian serupa namun berpeci hitam, memberikan sentuhan simbolis pada janji mereka untuk menjaga nilai-nilai lokal sembari membawa Kutim menuju era yang lebih modern.

Panggung debat kian memanas dengan serangkaian pertanyaan kritis yang diajukan panelis. Sesi ini menjadi penentu bukan hanya seberapa besar visi yang mereka tawarkan, tetapi seberapa realistis dan konkret janji-janji itu dapat diwujudkan.

“Kami ingin masyarakat bukan hanya mengenal calon, tapi juga bisa menilai bagaimana ide-ide mereka bisa diterapkan,” ungkap Ketua KPU Kutim, Siti Akhlis Muaffin.

Debat perdana ini juga dihadiri langsung oleh Pjs Bupati Kutim, M Agus Hari Kesuma (AHK), yang duduk bersama Forkopimda, Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi, dan jajaran KPU serta Bawaslu Kutim. Para pendukung dari kedua paslon juga hadir, meski tanpa atribut kampanye, sesuai peraturan yang telah ditetapkan.

Tidak hanya mengenai kebijakan besar, debat ini juga menjadi refleksi kepribadian dan ketegasan masing-masing calon. Moderator memberi waktu yang sama kepada tiap paslon untuk menjawab, dengan aturan ketat tanpa interupsi atau penggunaan bahasa yang rumit. Bagi masyarakat, aturan ini membuat setiap gagasan yang disampaikan terasa langsung, jelas, dan mendalam.

Menariknya, meski panggung terasa intens, suasana tetap tertib, berkat dukungan para pendukung yang hadir tanpa atribut kampanye. KPU menetapkan bahwa tidak ada yel-yel atau sorak-sorai yang mengganggu, melainkan kesempatan bagi kedua paslon untuk berbicara tanpa gangguan.

“Ini bukan soal siapa yang lebih keras berteriak, tapi siapa yang lebih siap dengan program yang menjawab kebutuhan rakyat,” lanjut Siti.

Debat ini, yang disiarkan langsung oleh TVRI Kaltim, diharapkan menjadi momen pembelajaran politik bagi masyarakat Kutim. Lebih dari sekadar melihat siapa yang paling vokal atau karismatik, publik bisa menilai kesiapan tiap calon dalam menghadapi isu-isu strategis, dari ekonomi, infrastruktur, hingga kesejahteraan masyarakat.

“Debat ini membuka mata kita untuk memilih pemimpin yang bukan hanya bicara besar, tetapi mampu mengurai janji menjadi langkah nyata,” ujar salah satu warga yang menonton debat dari layar televisi.

Bagi KPU Kutim, acara ini bukan sekadar formalitas Pilkada, melainkan langkah nyata dalam memperkuat pemahaman masyarakat akan proses demokrasi. Dengan debat perdana ini, masyarakat Kutim diharapkan semakin mantap memilih sosok yang benar-benar mewakili aspirasi mereka. (Kal/El/ADV/Pemkab Kutim)

TAGGED:KPU KutimM Agus Hari KesumaPjs Bupati KutimSiti Akhlis Muaffin
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dispora Kaltim Tingkatkan Fasilitas GOR Demi Kemajuan Olahraga Benua Etam
Next Article Kejuaraan Bola Basket 3 on 3 Piala Gubernur Kaltim 2024. Sukses Gelar Kejuaraan 3 on 3 di BIG Mall, Dispora Kaltim Rencana Lebarkan Sayap ke Cabor Lain

Berita Undas

Gaji DPR Dilepas, Sahroni Pilih Jalur Donasi Terbuka
Selasa, 14 April 2026
Bahlil soal harga BBM bersubsidi: Tunggu waktunya saja
Rabu, 1 April 2026
Tidak Ada Pengadaan Mobil Dinas Baru Di Kutai Barat
Kamis, 26 Maret 2026
Estetika Terbaik: Keramik Batu Alam untuk Dinding Rumah
Kamis, 26 Maret 2026
Art Paris 2026: Bahasa dan Reparasi dalam Seni
Kamis, 26 Maret 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Pemerintahan

Transformasi Sampah di Samarinda: Dari Masalah Menjadi Solusi Inovatif

3 Min Read
Pemerintahan

Andi Harun Tinjau Pemasangan Tiang Pancang di Jalan Tarmidi, Progres Sudah 54 Persen

2 Min Read
Advertorial

Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan se-Samarinda, Upaya Bersama Cegah Anak Kerdil

2 Min Read
Advertorial

Kecamatan Tenggarong Tampung 1.100 Usulan Warga, Musrenbang Jadi Ruang Strategis Tata Pembangunan

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?