By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
PemerintahanSamarinda

APBN Jadi Stimulus Awal, Samarinda Dituntut Siapkan Napas Panjang Bus BTS

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 8 Oktober 2026
Share
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu.
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendapat waktu tiga tahun untuk menyiapkan sistem angkutan umum berbasis Buy The Service (BTS) sebelum beban pembiayaannya beralih sepenuhnya ke pemerintah daerah. Dukungan APBN dari Kementerian Perhubungan menjadi modal awal, sementara Pemkot Samarinda harus memastikan layanan tersebut tetap berjalan setelah stimulus berakhir.

Skema tersebut menjadi bagian dari kerja sama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Samarinda dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau untuk mendukung pembiayaan operasional BTS pada tiga tahun pertama.

Namun, dukungan tersebut bukan pembiayaan permanen. Setelah masa stimulus selesai, keberlanjutan layanan akan menjadi tanggung jawab Pemkot Samarinda.

“Sudah dapat lampu hijau APBN untuk angkutan umum. APBN memberikan stimulus pembiayaan selama tiga tahun. Baru setelah itu, pembiayaan menjadi tanggung jawab penuh Pemkot Samarinda,” kata Manalu, Kamis (8/10/2026).

Oleh karena itu, BTS tidak hanya diposisikan sebagai proyek penyediaan armada baru. Dishub Samarinda menyiapkan perubahan pola layanan angkutan umum agar masyarakat mendapatkan kepastian waktu dan rute perjalanan.

Berbeda dengan angkot konvensional yang dapat berhenti untuk menunggu penumpang, armada BTS akan bergerak berdasarkan jadwal dan jarak kedatangan yang telah ditentukan.

Sistem tersebut juga akan ditopang teknologi. Bus dilengkapi pendingin udara dan CCTV, sementara pembayaran dilakukan secara nontunai melalui perangkat Tap On Bus (TOB).

Masyarakat nantinya juga dapat memantau pergerakan bus melalui aplikasi. Informasi mengenai posisi armada dan ketersediaan tempat di dalam bus akan ditampilkan secara digital.

“Pengguna bisa melihat posisi bus dan ketersediaan tempat duduk melalui aplikasi,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi jaringan, Dishub merancang tujuh koridor utama yang terhubung dengan enam rute pengumpan atau feeder. Jaringan ini diarahkan untuk menghubungkan kawasan permukiman dengan jalur utama, termasuk kawasan aktivitas masyarakat dan kampus.

Tarif juga dirancang menggunakan sistem terintegrasi. Pemkot Samarinda mengusulkan biaya perjalanan sebesar Rp2.500. Penumpang yang berganti kendaraan dari feeder menuju bus utama tidak dibebankan tarif tambahan.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda juga memasukkan aspek aksesibilitas dalam rancangan layanan. Sejumlah armada di setiap koridor akan dilengkapi fasilitas bagi penyandang disabilitas berupa pintu dan ramp khusus.

Kehadiran BTS sekaligus diharapkan menjadi instrumen untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam memilih moda transportasi. Untuk itu, peningkatan kualitas layanan akan berjalan beriringan dengan penataan lalu lintas dan parkir.

Manalu menyebut pendekatan tersebut sebagai strategi push and pull. Pemerintah tidak hanya membuat angkutan umum lebih nyaman, tetapi juga menata penggunaan ruang lalu lintas dan parkir agar masyarakat memiliki alasan untuk beralih dari kendaraan pribadi.

“Strategi push and pull diterapkan untuk mendorong masyarakat beralih ke bus,” katanya. (Kal/El/Sekala)

TAGGED:Buy The ServiceDishub SamarindaHotmarulitua ManaluPemkot Samarinda
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article DPRD Samarinda Soroti Izin Reklame yang Berbelit, Pansus Bongkar Titik Hambatan Pengusaha
Next Article Warga Selili Titip Perbaikan TPA hingga Sarana Posyandu kepada DPRD Samarinda

Berita Undas

Warga Selili Titip Perbaikan TPA hingga Sarana Posyandu kepada DPRD Samarinda
Sabtu, 10 Oktober 2026
APBN Jadi Stimulus Awal, Samarinda Dituntut Siapkan Napas Panjang Bus BTS
Sabtu, 10 Oktober 2026
DPRD Samarinda Soroti Izin Reklame yang Berbelit, Pansus Bongkar Titik Hambatan Pengusaha
Sabtu, 10 Oktober 2026
DPRD Samarinda: Izin Reklame Jangan Dibuat Rumit, PAD Bisa Bocor
Sabtu, 10 Oktober 2026
Raperda Reklame Samarinda Bidik Potensi PAD dari Reklame Liar
Sabtu, 10 Oktober 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Desa Tani Bhakti Ditantang Menyemai Semangat Petani Milenial Loa Janan

2 Min Read
Pemerintahan

Teras Samarinda Sambut Pawai Ta’aruf MTQ Nasional, Pemerintah Optimalkan Kesiapan Kota

2 Min Read
Pemerintahan

Samarinda Luncurkan Parkir Nontunai di BIG Mall, Upaya Menuju Kota Cerdas

2 Min Read
Samarinda

Penurunan Harga BBM Non-Subsidi, Respons Pertamina Patra Niaga Terhadap Tren Minyak Dunia

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?