By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
ParlemenSamarinda

Sri Puji Astuti: Saatnya Pers Menjadi Suara Perubahan di Kaltim

Redaksi
By Redaksi
Published: Rabu, 25 Desember 2024
Share
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti (Foto: Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Di tengah sorotan publik terhadap peran media, Sri Puji Astuti, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, melontarkan pandangan yang tajam. Ia menyerukan agar pers di Kalimantan Timur (Kaltim) bertransformasi menjadi kekuatan yang mendorong perubahan, bukan sekadar peliput agenda seremonial.

“Pers memiliki kekuatan besar untuk membentuk opini publik dan menggugah kesadaran masyarakat. Saya berharap, media lebih banyak mengangkat isu-isu strategis yang benar-benar menyentuh akar persoalan,” ungkapnya, pada Selasa (24/12/2024).

Sri mencontohkan, isu kesetaraan gender yang kerap hanya menjadi jargon tanpa tindak lanjut nyata. Baginya, pers harus lebih berani menggali fakta di lapangan, terutama terkait kekerasan terhadap perempuan yang sering membuat korban bungkam.

“Kekerasan terhadap perempuan, misalnya, masih menjadi masalah serius. Media harus terus mengawal dan membuka mata masyarakat tentang realitas ini. Dengan begitu, kita bisa mendorong langkah konkret untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

Kritik lain disampaikan Sri terkait kecenderungan media yang lebih banyak menyorot kegiatan pejabat tanpa menggali isu yang lebih mendalam. Menurutnya, ada banyak cerita inspiratif yang bisa menjadi motivasi publik, tetapi sering terabaikan.

“Anak-anak yang putus sekolah, pelaku UMKM yang berjuang dari nol, atau perjuangan masyarakat pedesaan menghadapi kemiskinan. Hal-hal itu mestinya kisah-kisah yang layak diangkat. Pers seharusnya memberikan ruang lebih untuk cerita seperti ini,” tegasnya.

Sri menyebutkan, pemberitaan yang hanya mengandalkan liputan seremonial justru membuat media kehilangan makna. Sebaliknya, narasi yang menggugah dan penuh empati bisa menggerakkan perubahan besar.

“Misalnya, kisah seorang pengusaha kecil yang berhasil menggerakkan ekonomi lokal. Kisah seperti itu tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memberi harapan bahwa siapa pun bisa bangkit dari keterpurukan,” ujarnya.

Bagi Sri, media tidak hanya bertugas melaporkan, tetapi juga menjadi katalisator perubahan sosial. Ia percaya, jika media berfokus pada isu-isu strategis seperti pendidikan, kesejahteraan, dan kesetaraan gender, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat.

“Pers itu bukan sekadar pelapor, tapi juga jembatan bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya. Dengan keberpihakan yang jelas pada isu-isu penting, media bisa menjadi motor penggerak yang mendorong perubahan nyata,” katanya.

Sri mengakhiri pesannya dengan harapan besar untuk media di Kalimantan Timur. Ia berharap pers dapat meninggalkan kebiasaan meliput seremonial semata dan beralih menjadi kekuatan yang memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil.

“Suara masyarakat ada di tangan media. Jangan sia-siakan kekuatan itu untuk hal-hal yang tidak memberi dampak. Mari kita bersama-sama membangun kesadaran dan mendorong perubahan, karena itulah yang sebenarnya dibutuhkan,” tutupnya. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:DPRD Kota SamarindaSri Puji Astuti
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pemakaman mantan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, digelar pada Senin, (23/12/2024), di kampung halamannya, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Awang Faroek Dimakamkan, Suasana Haru Selimuti Prosesi Pemakaman
Next Article Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Probebaya, Jurus Andi Harun Ubah Wajah Samarinda dari RT ke RT

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Desak Evaluasi Pencegahan Narkotika di Sekolah
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Dorong Tes Urine Pelajar Digelar Berkala Usai 12 Siswa SMP Positif Narkoba
Rabu, 26 Agustus 2026
Ruang Publik Baru Samarinda Rampung, Jasno Dorong Segera Dioperasikan
Rabu, 26 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Pembangunan Teras Samarinda di jalan Gajah Mada, Samarinda
Pemerintahan

Teras Samarinda Tahap I Nyaris Finis, Tapi Parkir Jadi Kendala

2 Min Read
Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie
Advertorial

Berkat Kerja Keras dan Doa, Novan Pasie Klaim Telah Selesaikan Banyak Masalah di Samarinda Ulu

1 Min Read
Advertorial

Membangun Industri Olahraga dengan Bola Basket

3 Min Read
Politik

Fahmi Idris Optimistis Debat Pilgub Kaltim Tingkatkan Partisipasi Publik

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?