By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialMahakam UluPemerintahan

Membuka Gerbang Langit Mahulu: Mimpi Bandara Ujoh Bilang Kian Dekat

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 14 November 2024
Share
Pemkab Mahulu menerima kunjungan tim survei Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI.
Pemkab Mahulu menerima kunjungan tim survei Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI. (Foto: Ist)
SHARE

Mahulu, Sekala.id – Langit Mahakam Ulu (Mahulu) tampak menjanjikan pada Kamis siang (14/11/2024). Di ruang kerja Bupati Mahulu, sebuah langkah kecil namun penuh arti terjadi. Sekretaris Daerah (Sekda) Stephanus Madang menyambut tim survei Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI. Pertemuan itu bukan hanya sekadar kunjungan kerja, melainkan bagian dari babak panjang mimpi besar, menghadirkan Bandara Ujoh Bilang sebagai pintu gerbang baru Mahulu ke dunia luar.

Tim Ditjen Perhubungan Udara, dipimpin Muhammad Fitriono, bersama Kurniawan Arsita, Firaz Azhar, Ardiyansa Ati, dan Kepala UPBU Datah Dawai Vitradisa Kertabudi, menerima sambutan yang tidak biasa. Dalam tradisi khas Mahulu, mereka disematkan lavung dan kalung manik oleh Sekda Stephanus. Bukan sekadar simbol, penghormatan ini melambangkan harapan besar masyarakat Mahulu atas dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan bandara yang telah lama dinanti.

“Pembangunan Bandara Ujoh Bilang adalah perjuangan panjang sejak 2016. Tidak mudah, tapi kami tak pernah lelah. Ini semua demi membuka akses bagi masyarakat Mahulu dan mewujudkan kesejahteraan mereka,” tegas Stephanus, dengan nada suara penuh semangat.

Sejak awal, Bandara Ujoh Bilang dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara, tetapi juga sebagai penggerak utama ekonomi dan pariwisata Mahulu. Lokasi Mahulu yang berada di pelosok Kalimantan Timur (Kaltim) menjadikan bandara ini harapan besar untuk memecah isolasi geografis sekaligus memperkuat konektivitas dengan wilayah lain.

Kunjungan tim survei Ditjen Perhubungan Udara kali ini bertujuan mengumpulkan data lapangan untuk penyusunan background study Rencana Strategis 2025-2029. Harapannya, Bandara Ujoh Bilang dapat segera masuk dalam prioritas pembangunan nasional.

Namun, tantangan tidak sedikit. Hingga saat ini, 21 tahapan teknis telah dilalui, termasuk pembebasan lahan dan studi kelayakan. Meski begitu, persoalan anggaran tetap menjadi pekerjaan rumah besar. “Kami memerlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan bandara ini. Dengan kerja sama yang solid, Mahulu akan menjadi lebih terbuka dan mampu berkembang pesat,” tambah Stephanus.

Bukan hanya soal infrastruktur, bandara ini juga diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan akses yang lebih baik, produk-produk unggulan Mahulu dapat menjangkau pasar lebih luas, sementara potensi pariwisata seperti budaya Dayak dan keindahan alam Mahulu bisa menarik lebih banyak wisatawan.

Kehadiran tim Ditjen Perhubungan Udara memberikan optimisme baru. Tidak hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat yang selama ini bermimpi melihat Mahulu terhubung dengan dunia luar. Bandara Ujoh Bilang bukan lagi sekadar proyek, tetapi simbol perjuangan Mahulu untuk keluar dari keterbatasan dan meraih masa depan yang lebih cerah. (Jor/Mul/ADV/Pemkab Mahulu)

TAGGED:Kementerian Perhubungan RIMuhammad FitrionoPemkab MahuluSekda MahuluStephanus Madang
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kutim Fokus Tekan Stunting dan Sejahterakan Lansia, Begini Strateginya
Next Article Stephanus Madang, Sekretaris Daerah Mahulu. Mahulu di Ambang Lompatan Besar: Bandara yang Akan Membuka Gerbang Peradaban

Berita Undas

Jadi Jangkar Moral Hadapi Krisis Global, Wagub Ajak Pemuda Kaltim Bumikan Pancasila
Senin, 1 Juni 2026
DPRD Samarinda Bidik Anak Sungai, Siapkan Perda Sempadan untuk Tekan Risiko Banjir
Minggu, 31 Mei 2026
Dari BPJS hingga Infrastruktur, Ini Daftar Keluhan Warga Samarinda Ulu ke Sri Puji
Minggu, 31 Mei 2026
Sani Bin Husain Luncurkan Aplikasi Aspirasi, Warga Bisa Mengadu 24 Jam
Minggu, 31 Mei 2026
Ribuan Masyarakat Terima Daging Kurban dari 10 Sapi yang Disebar PAN Kaltim
Jumat, 29 Mei 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Suasana bimbingan teknis bagi para penyelenggara Pilkada Kutim 2024 (Foto: Istimewa)
Advertorial

Pilkada Serentak di Kutim Hadapi Tantangan Luas Wilayah, Pemkab Siapkan Bimtek Mitigasi Konflik

2 Min Read
Advertorial

DPMD Kukar Bantu Pemkab Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pangan

2 Min Read
Pemerintahan

PKL Pasar Baqa Ditertibkan, Pedagang Minta Perhatian Pemerintah

2 Min Read
Advertorial

Pemkab Mahulu Libatkan Pemprov dan Perusahaan Swasta Perbaiki Jalan Poros Long Hubung

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?